machinery
Mdrerit sit amet tinunt ac verra selorta diam eu massisqu dia loreterdum vitaapibu ac scuitae ec eget tellus non et lacininec in vel ipsum auctorv felieum iaculis lacinia ictm elementum velit.usce euisoons.
electricity
Loreterdum vitaapius ac uite ec eget tellus non erat lacininec in vel ipsum auctorvorpt felieum iaculis lacinia ictum eleentum velit.usce euisod consequat antpsum dolor sit consectetuer adipiscing elitellentes.
planning
Mdrerit sit amet tinunt aiverra selorta diam eu massisque dia loreterdum vitaapibus acuitae ec eget tellus non erat lac ininec in vel ipsum auctorvorpt felieum iaculis lacinia ictum elementum velit.
production
In vel ipsum auctorvorpt lieum iaculis lacinia ictum elementum velit.usce euisod consequat antpsum dolor sit consectetuer adipiscing elitellentesque sed dolor. Aliquam congue fer mentum nisl.
LAPORAN HASIL ANALISIS TANAH
Nama : Puja Kurnia M
NPM : 2403310033
Fakultas : Pertanian
Judul : LAPORAN HASIL ANALISIS TANAH
Tanggal Praktikum : 21 April 2012
Nama Asisten/Dosen : Fargan
LAPORAN HASIL ANALISIS TANAH
PENDAHULUAN
Analisis tanah pada dasarnya bertujuan memberikan data sifat fisik dan kimia serta status unsure hara dalam tanah. Analisis tanah selain untuk digunakan sebagai bahan penelitian klasifikasi tanah dann evaliasi lahan, juga untuk penelitian kesuburan agar dapat memberikan rekomendasi pemupukan untuk perbaikan kesuburan tanah dan peningkatan hasil pertanian.
Tingkat kesuburan tanah adalah salah satu factor modal yang harus diperhitungkan, disamping factor lain seperti keadaan lingkungan termasuk iklim, serangan hama penyakit ataupun tanaman pengganggu.
Untuk menghindari kesalahan dalam analisis maka perlu mengikut sertakan penetapan blanko, duplo, dan contoh standar.
PROSEDUR (Cara Kerja)
1. Cara Pengambilan Contoh Tanah
Dalam analisis tanah ini kami menggunakan cara acak. Pengambilan contoh tanah secara acak dilakukan dengan menentukan titik-titik pengambilan contoh tanah secara acak, tapi menyebar rata di seluruh bidang tanah yang diwakili. Setiap titik yang diambil mewakili daerah sekitarnya.
X X X X X X X X X X X X X |
Tanah hasil dari lapangan sebelum di analisis di labolatorium terlebih dahulu harus di keringkan dengan cara hanya di angin-anginkan, lalu tanah itu di gerus dan di ayak.
2. Penetapan Kadar Air
Prinsip : Contoh tanah dipansakan pada suhu 105oC selama tiga jam untuk menghilangkan air. Kadar air dari contoh diketahui dari perbedaan bobot contoh sebelum dan setelah dikeringkan. Faktor koreksi kelembaban dihitung dari kadar air contoh.
Cara kerja :
Keringkan cawan aluminium pada oven selama 15 menit.
Dinginkan dalam eksikator 5 menit. Timbang bobotnya (w0)
Masukkan 5 g contoh tanah ke dlm cawan dan timbang dengan ketelitian 4 desimal (0,000y) = w1.
Keringkan dalam oven (105°C) selama 3 jam.
Dinginkan cawan berisi tnh tsb dalam eksikator. Kemudian timbang (w2). Bobot yg hilang adalah bobot air (w1 – w2).
3. Perhitungan FKA:
4. Penetapan pH Tanah
Cara Kerja
Timbang 10 g tanah, masukkan ke dalam botol
Tambahkan 25 ml aquadest
Kocok selama 30 menit.
Biarkan sebentar (±1 jam).
Ukur dengan pH meter yang telah dikalibrasi menggunakan larutan buffer pH 7.0 dan 4.0
Catat nilai pH dalam 1 desimal.
Penetapan
C-Organik
(Walkley & Black)
Dasar Penetapan :
Oksidasi bahan organik oleh K2Cr2O7 dalam suasana asam kuat menjadi gas CO2 dan pembentukan Cr2(SO4)3 yang berwarna hijau. Intensitas warna hijau yang terbentuk menyatakan kadar karbon.
5. Cara Kerja Penetapan C-Organik (Walkley & Black)
Timbang 0.5 g tanah 0.5 mm msk dlm labu Erlenmeyer 250 mL.
Tambahkan 5 mL K2Cr2O7 1 N goyangkan perlahan agar bercampuran dengan tanah.
Tambahkan 10 mL H2SO4 pekat dgn gelas ukur dlm ruang asam sambil digoyangkan sehingga tercampur rata. Usahakan tidak ada arah tanah yang terlempar ke dinding labu.
Biarkan selama 30 menit dalam ruangan asam hingga dingin.
Encerkan dengan aquadest sampai 100 mL, kemudian dinginkan dan disaring.
Tambahkan 8–10 tetes indikator ferroin 0.025 N.
Segera titrasi dengan larutan FeSO4 0.5 N hingga larutan berwarna merah anggur.
Lakukan juga penetapan blanko sama seperti di atas tanpa menggunakan contoh tanah.
Perhitungan Penetapan C-Organik (Walkley & Black)
% C-Organik = (mL blanko – mL contoh) x N FeSO4 x 0.003 x f x 100 X FKA / bobot tanah (g)
f = 1,33
6. Penetapan N-Total
Dasar Penetapan :
Senyawa nitrogen dioksidasi melalui pemanasan dalam lingkungan asam sulfat pekat dengan katalis campuran selen membentuk (NH4)2SO4. Kadar amonium dalam ekstrak ditetapkan dengan cara destilasi. Ekstrak dibasakan dengan penambahan larutan NaOH, dan NH3 yang dibebaskan diikat oleh asam borat, kemudian dititrasi dengan larutan baku HCl 0.05 N.
Cara Kerja N-Total
Timbang 0.5 g tanah, masukkan ke dlm labu Kjedahl.
Tambahkan 1-2 g campuran selen (satu ujung spatula).
Tambahkan 3 ml H2SO4 pekat, goyangkan perlahan agar tercampur rata dan terbasahi oleh H2SO4.
Panaskan labu di ruang asam, dari panas rendah (3-5 menit), panas ditinggikan (½ - 1 jam) hingga larutan jernih, kemudian didinginkan.
Pindahkan ke dalam labu destilasi, tambahkan 25 ml NaOH 40%.
Lakukan Destilasi, tampung destilat dengan erlenmeyer 250 ml yang terisi 10 ml H3BO3 4% dan 3-5 tetes indikator campuran, isi destilat sampai ± 100 ml.
Titrasi destilat dengan HCl 0,05 N yang N-nya telah dibakukan sampai terjadi perubahan warna dari hijau ke merah muda.
Lakukan juga penetapan blanko.
Perhitungan N-Total
7. Penetapan Al-dd dan H-dd
Dasar Penetapan
Kemasaman dapat ditukar terdiri atas Al3+ dan H+ pada koloid tanah. Al3+ dan H+ ini dapat ditukar oleh K+ dari pengekstrak KCl 1 N. Al3+ dan H+ dalam larutan dapat dititar dengan larutan NaOH baku menghasilkan endapan Al(OH)3 dan air. Untuk penetapan Al-dd, Al(OH)3 direaksikan dengan NaF yang menghasilkan OH- yang dapat dititar dengan larutan HCl baku.
Cara Kerja Al-dd dan H-dd
Timbang 5 g contoh tanah, masukkan ke dalam erlenmeyer.
Tambahkan 50 ml KCl 1 N.
Kocok dengan alat pengocok/shaker selama 30 menit.
pipet filtrat 10 ml masukkan ke dalam erlenmeyer dan bubuhi 4 tetes indikator pp.
Titrasi dengan NaOH 0,02 N sampai larutan berwarna merah muda (untuk penetapan kemasaman total) T1. Lakukan juga penetapan blanko (Tb1).
Beri beberapa tetes HCl 0,02 N sampai warna merah muda hilang.
Tambahkan 2 ml NaF 4 % hingga warna merah muda muncul kembali.
Titrasi dengan HCl 0,02 N sampai warna merah muda hilang kembali T2. Lakukan juga penetapan blanko (Tb2).
Cara Perhitungan Al-dd dan H-dd
Kemasaman total / me Al-dd + meH-dd/100 g =
(T1 – Tb1) x N NaOH X 5/10 X 100 X FKA
Berat contoh (g)
me Al-dd/100 g = (T2 – Tb2) x N HCl X 50/10 X 100 X FKA
Berat contoh (g)
H-tukar = kemasaman total – Al-tukar =..................me/100 g
8. Penetapan P & K Potensial
Dasar Penetapan
Fosfor dalam bentuk cadangan ditetapkan dengan menggunakan pengekstrak HCl 25%. Pengekstrak akan melarutkan bentuk-bentuk senyawa fosfat dan kalium mendekati kadar P dan K-total. Ion fosfat dalam ekstrak akan bereaksi dengan amonium molibdat dalam suasana asam membentuk asam fosfomolibdat, selanjutnya akan bereaksi dengan asam askorbat menghasilkan larutan biru molibdat. Intensitas warna larutan diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 693 nm, sedangkan kalium diukur dengan flamefotometer.
Cara Kerja Penetapan P & K Potensial
Timbang 5 g contoh tanah, masukkan ke dlm botol kocok & tambahkan 12.5 ml HCL 25%.
Kocok dgn mesin kocok (5 jam), kemudian saring dgn kertas saring & tampung ekstrak dlm labu ukur 100 ml.
Pipet 1-2 ml ekstrak jernih, msk ke dlm labu ukur 25/50 ml.
Encerkan sampai 25/50 ml dgn aquades & dikocok.
Pipet 5 ml ekstrak yg sudah di encerkan, masukkan ke dlm tabung reaksi.
Tambahkan 5 ml pereaksi P & dikocok.
Biarkan selama 30 menit, lalu ukur transmitannya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 693 nm.
Untuk kalium, ekstrak contoh encer dan deret standar K diukur lansung dengan alat flamefotometer.
Perhitungan :
Keterangan :
ppm larutan dicari dengan menggunakan persamaan regresi.
Fosfor tersedia Bray I
Dasar Penetapan :
Dengan penambahan ion F- dalam suasana masam, maka Al-P, Fe-P dalam tanah akan dikomplekskan sehingga P dibebaskan. Dengan penambahan pereaksi pewarna fosfat maka akan terbentuk warna biru.
Fosfor tersedia
Cara kerja
Timbang 1.5 g contoh tanah ke dalam botol plastik
Tambahkan 15 ml larutan pengekstrak Bray 1 (0.025 N HCl + 0.03N NH4F)
Kocok selama 1 menit, cepat saring dengan kertas saring
filtratnya tampung ke erlenmeyer 50 ml
Pipet 5.00 ml filtrat ke tabung reaksi, tambahkan 5.00 mL reagent P. Biarkan selama 15 menit.
Baca intensitasnya pada panjang gelombang 650 nm.
(Pengukuran dilakukan setelah mengukur standard)
Catat hasil pengukurannya (pembacaan dalam %T).
Perhitungan
Keterangan :
ppm = mg kg-1
ppm dalam larutan dicari dengan menggunakan persamaan regresi.
Kalium
Cara Kerja
Ekstrak HCl 25% sisa (lihat penetapan P2O5 dalam HCl 25%), dipipet 1 ml ke dalam labu ukur 25 mL
Ukur absorbansnya dalam Flamefotometer, setelah pengukuran standard dilakukan. Kemudian buat kurvanya.
Catat hasilnya. Hitung dengan menggunakan persamaan regresi.
Perhitungan
Pengukuran K
Cara Kerja:
Dari ekstrak tanah, kadar K di ukur pada Flamephotometer dengan deret standar K sebagai pembanding. Mula-mula diukur deret standar di mulai dari standar terkecil sampai terbesar kemudian baru ekstrak contoh. Emisi dibaca pada skala Flamephotometer.
Pengukuran Ca
Perhitungan KA dan FKA
Perhitungan :
Kadar air (KA) % = (w1-w2) : (w1-w0 ) x 100 %
= (17,0965-16,7297) : (17,0965 - 12,0965) x 100 %
= 0,3668 : 5 x 100 %
= 7,336
Factor kadar air (FKA) = 100 : (100-KA)
= 100 : (100 – 7,336)
= 100 : 92,664
= 1,079
% C-Organik = (mL blanko – mL contoh) x N FeSO4 x 0.003 x f x 100 X FKA
bobot tanah (g)
f = 1,33
UNDER MAINTENANCE
professional approach

Lorem ipsum dolor sit amet
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue fertum niuccu diam.

Vestibulum libero nisl porta
Lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitelrqm coue fertum niuccu diamd in lacus ut enim adipigqpede mi aliquet sit.
C9ouD6 https://www.genericpharmacydrug.com