Snack's 1967

Tugas B. Indonesia (Fakultas Pertanian) - Awal Tahun 2011 Pengangguran Masih 9,25 Juta

 

Awal Tahun 2011 Pengangguran Masih 9,25 Juta

1.  Pendahuluan

Pengangguran di Indonesia masih belum bisa diatasi oleh pemerintah. Memaauki tahun 2011 pengangguran terbuka masih 9,25 juta.

Usaha-usaha banyak dilakukan oleh pemerintah, seperti mengutamakan SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan, yang dianggap mampu membuat pelajar indonesia lebih banyak memiliki keahlian, sehingga jumlah pengangguran bisa di minimalisir. Tidak hanya itu, masi banyak upaya-upaya yang dilakukan seperti pemerintah kini bekerjasama dengan kementrian komunikasi dan informatika, yakni untuk membantu menyebarkan informasi tentang peluang dan lowongan kerja.

Namun kini yang terlihat adalah bukti nyata bahwa tingkat pengangguran bukannya menurun namun malah bertambah. Hal ini membuat pemerintah harus lebih cerdik mencari solusi dari masalah pengangguran yang semakin menggunung ini.

2.  Awal Tahun 2011 Pengangguran Masih 9,25 Juta

Problem pengangguran terbuka di Indonesia masih belum bisa diatasi oleh pemerintah. Sepanjang 2009-2010, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) hanya mampu menurunkan 1,5 persen dari total pengangguran tahun. Memasuki 2011 pengangguran terbuka sekarang ada pada angka 9,25 juta. Program baru pun disusun Kemenakertrans yakni bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam menyebar informasi lowongan kerja.

Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Depdiknas  Suyanto mengatakan SMK menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pendidikan menengah yang kini disorot banyak menghasilkan pengangguran terdidik.

“Kita tidak ingin lulusan sekolah menengah banyak yang nganggur, padahal mereka dapat mengisi lowongan kerja tingkat madya,” kata Suyanto kepada wartawan di sela-sela penandatanganan MoU tentang kota vokasi dengan bupati/walikota Bandung, Surakarta, Yogyakarta dan Malang, di Jakarta, Selasa (31/7).

Ke-4 kota tersebut dinilai berhasil meningkatkan persentase jumlah siswa SMK dalam setahun terakhir ini, minimal separuhnya.

Diakui Suyanto bahwa lulusan sekolah menengah yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi maksimal hanya 17%. Sisanya mencari pekerjaan dengan ijasah sekolah menengahnya meski tanpa keterampilan yang memadai.

Karena itu, SMK sebagai sekolah yang memberikan berbagai jenis keterampilan kerja, menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Depdiknas terus mendorong pemda untuk memperbanyak jumlah siswa SMK ini.

Bantuan senilai Rp4 miliar untuk kota-kota vokasi, diakui Suyanto belum mencukupi kebutuhan dana yang diperlukan oleh SMK. Sebab untuk membangun sebuah SMK yang standar dibutuhkan minimal Rp22 miliar per unit sekolah.

“Uang sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk membeli alat-alat praktikum, dan kekurangannya diharapkan pemda setempat bisa mengadakannya dari APBD,” kata Suyanto.

“Target barunya hingga 2014 pengangguran akan ditekan sekitar tujuh persen hingga tiga persen,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (31/12).

Permasalahan baru yang dihadapi Kemenakertrans, tenaga kerja di Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang 50 persen lebih hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Selain itu jenis kelulusan calon tenaga kerja tidak sesuai dengan peluang yang tersedia.

Muhaimin mengatakan, pihaknya kini menggandeng jaringan sosial masyarakat melalui lembaga pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mulai 2011, informasi lowongan kerja akan disebar secara lebih luas dengan memanfaatkan televisi dan lembaga pendidikan. Ada tiga kelompok yang terlibat dalam penyebaran informasi tenaga kerja yakni dunia industri, dunia pendidikan dan pemerintah sebagai fasilitator.

“Masyarakat harus mendapat informasi pekerjaan dengan baik. Masyarakat juga harus proaktif sejak dini untuk sering mengakses komunikasi dengan dinas tenaga kerja setempat,? jelasnya.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi tidak terkait langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Terutama jika diukur dari tingkat pengangguran dan kemiskinan. Hal itu terlihat di Tanah Air, dimana pertumbuhan ekonomi tinggi kurang berkorelasi dengan penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

Efektivitas penggunaan anggaran kemiskinan juga layak dipertanyakan karena tidak mampu mengatasi pengurangan jumlah penduduk miskin dan pengangguran secara signifikan. Pada 2009 dana yang digelontorkan sebesar Rp 71 triliun untuk mengurangi 1,51 juta jiwa penduduk miskin dari awalnya 32,53 juta (2009) menjadi 31,02 juta (2010). Artinya, untuk mengentaskan satu orang miskin selama 2009 dibutuhkan dana Rp 47 juta dan kerap dinilai tidak rasional.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI, Wijaya Adi mengatakan, pemerintah lazim memakai data pengangguran terbuka untuk mengukur relasi pertumbuhan ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja. Padahal data tersebut tidak mencerminkan tingkat kesejahteraan riil masyarakat. Karena faktanya pekerja berpenghasilan minim dan pekerja dengan jam kerja di bawah standar tidak dikategorikan pengangguran.

“Karena itu LIPI menggunakan istilah setengah pengangguran bagi mereka yang kerjanya kurang dari 35 jam seminggu untuk lebih menggambarkan kesejahteraan,” kata dia.

LIPI mencatat, tingkat warga yang termasuk dalam kategori setengah pengangguran terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Dari 29,64 juta orang pada 2005 menjadi 32,8 juta pada 2010. Diperkirakan pada 2011, jumlah warga dengan kategori setengah pengangguran diproyeksikan meningkat menjadi 34,32 juta orang. (zul)-jpnn

Nama: Puja Kurnia. M

Tugas B. Indonesia (Fakultas Pertanian)

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE

renewable energy

lorem ipsum dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.
rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.

industry recognition

1

Markets and Services Overview

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.

2

Specialized Markets and Services

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.

environmental projects

Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.

Vestibulum sed ante

Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam
dapibus tincidunt metus lorem ipsum.