Disneyland 1972 Love the old s

LAPORAN KKN SESTER 6 - PEMBUATAN BOKASHI DARI LIMBAH KOTORAN SAPI

Laporan Profesi

 

PEMBUATAN BOKASHI DARI LIMBAH KOTORAN SAPI

Laporan Profesi

Diajukan Untuk Melengkapi Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM)

Di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut

Disusun Oleh :

PUJA KURNIA MEGANTARA

NPM. 2403310033


PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS GARUT

2013


HALAMAN PENGESAHAN

JUDUL

NAMA

NPM

PROGRAM STUDI



: PEMBUATAN BOKASHI DARI LIMBAH KOTORAN SAPI

: PUJA KURNIA MEGANTARA

: 2403310033

: AGROTEKNOLOGI

Garut, 1  Oktober 2013

Mengetahui dan menyetujui

  Ketua Jurusan DPL Desa Karyamukti

Jenal Mutakin, SP.,MP.


  Jenal Mutakin, SP.,MP.


KATA PENGANTAR

Puji  syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunianya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Pembuatan Bokashi Dari Limbah Kotoran Sapi” pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Garut yang dilaksanakan di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut.

    Pada kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada:

1.  H. Toto Siswancipto, Ir., MP sebagai Dekan Fakultas Pertanian

2.  Jenal Mutakin, SP., MP, sebagai ketua jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Garut sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Lapangan

3.  Rekan-rekan mahasiswa yang melaksanakan KKNM di Kecamatan Cibalong, khususnya di Desa Karyamukti.

4.  Serta pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

    Penyusun dengan segala keterbatasannya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan profesi ini, oleh karena itu penyusun meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila didalam penyusunan laporan profesi ini terdapat banyak kesalahan baik didalam penyusunan materi ataupun didalam pengetikan.

  Akhir kata penyusun berharap semoga laporan dan semua yang telah kami lakukan selama KKN di Desa Karyamukti dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi warga Desa Karyamukti.

Garut, Oktober 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL................................................................................................. v

DAFTAR DIAGRAM.......................................................................................... vi

DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................. .  vii

I.  PENDAHULUAN.................................................................................. ...... 1

1.1.  Latar Belakang............................................................................. ...... 1

1.2.  Tujuan Kegiatan .......................................................................... ...... 2

1.3.  Sasaran Kegiatan ................................................................................ 2

1.4.  Lokasi dan Waktu Kegiatan......................................................... ...... 2

II.  KONDISI UMUM LOKASI KEGIATAN ............................................ ..... 3

2.1.  Kondisi Umum Desa Karyamukti.............................................. ...... 3

2.2.  Struktur Pemerintahan Desa Karyamukti...................................   5

2.3.  Data Penduduk.................................................................................. 5

2.4.  Potensi Wilayah Desa Karyamukti.................................................... 5

III. RENCANA KEGIATAN ....................................................................... ...... 7

3.1.  Rencana Pelaksanaan Kegiatan.......................................................... 7

IV. HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN BOKASHI...........     9

4.1.  Dasar Teori........................................................................................ 9

4.2.  Cara Pembuatan Bokashi................................................................ 11

4.3.  Hasil Kegiatan................................................................................. 12

4.4.  Hasil Pengamatan............................................................................ 12

V. KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................................   16

5.1. Kesimpulan.................................................................................... .... 16

5.2. Saran.............................................................................................. .... 16

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 18

LAMPIRAN......................................................................................................... 19

DAFTAR TABEL

No  Judul      Halaman

1.  Penggunaan Lahan Desa Karyamukti........................................................     4

2.  Rencana Kegiatan .....................................................................................   7 

3.  Hasil Pelaksanaan Kegiatan.........................................................................   13

4.  Hasil Pengamatan............................................................................................. 14

5.  Daftar Hadir Kegiatan Tanggal 24 Agustus 2013............................................ 22

6.  Daftar Hadir Kegiatan Tanggal 30 Agustus 2013............................................ 22

7  Daftar Hadir Kegiatan Tanggal 14 September 2013......................................... 23

DAFTAR DIAGRAM

No  Judul    Halaman

1.  Stuktur Pemerintahan Desa Karyamukti .......................................................... 5

DAFTAR LAMPIRAN

No  Judul    Halaman

1.  Foto Kegiatan Pembuatan Bokashi Dan Sosialisasi Di Desa Karyamukti...... 19

2.  Daftar Hadir Kegiatan Pembuatan Bokashi Di Kp. Cibaregbeg Pada Tanggal 24 Agustus 2013  .................................................................................................................... 22

3.  Daftar Hadir Kegiatan Sosialisasi Manfaat Bokashi Di Kp. Cibaregbeg Pada Tanggal 30 Agustus 2013  .................................................................................................................... 22

4.  Daftar Hadir Kegiatan Sosialisasi Cara Pembuatan Bokashi Di Kp. Cibaregbeg Pada Tanggal 14 September 2013................................................................................................................. 23



BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Limbah pertanian merupakan  sisa-sisa hasil pertanian yang berasal dari tumbuhan dan hewan ternak  misalnya sisa dari pemanenan hasil  tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, sampah rumah tangga, kotoran hewan ternak  dan sebagainya. Pemanfaatan limbah pertanian sangat perlu kita lakukan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan selain itu dapat dijadikan masukan/tambahan bagi petani ataupun masyarakat yang memanfaatkan limbah tersebut.

Masyarakat telah menyadari bahwa menggunakan bahan-bahan kimia non alami seperti pupuk dan pestisida sintetik serta hormon tumbuhan dalam memproduksi hasil pertanian ternyata menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Gaya hidup sehat menjadi trend bagi masyarakat dunia dan  kini telah melembaga secara internasional yang diwujudkan melalui regulasi perdagangan global, makanan yang dikonsumsi mempunyai kandungan nutrisi tinggi dan ramah lingkungan.

Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa jepang yang berarti “Bahan organik yang telah difermentasikan” jadi pupuk organik bokashi merupakan hasil fermentasi bahan organik dari limbah pertanian (kotoran ternak, jerami padi, sekam padi, serbuk gergaji, sampah, rumput dan lain-lain) yang diolah dengan menggunakan aktifator Effektif Microorganisme4 (EM4), dengan sistem bokashi ini kita bias memanfaatkan limbah menjadi pupuk organic yang berkualitas dan dalam waktu yang singkat.

1.2.Tujuan Kegiatan

  Tujuan dari pembuatan bokashi ini yaitu :

a.  Memberikan pengetahuan dan caratentang pembuatan bokashi dalam memanfaatkan limbah yang ada di lingkungan masyarakat

b.  Meningkatkan kesadaran masyarakan akan pentingnya menjaga kebersihan dengan mengelola limbah pertanian dengan tepat.

c.  Menambah nilai jual dari limbah yang ada di lingkungan masyarakat.

1.3. Sasaran Kegiatan

Sasaran dilaksanakannya kegiatan pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi ini adalah seluruh masyarakat di lokasi KKNM, yaitu di Desa karyamukti Kecamatan Cibalong khususnya Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Rundayan Sawargi.

1.4. Lokasi dan Waktu Kegiatan 

Lokasi pelaksanaan kegiatan pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi ini dilakukan di Kampung Cihurang Desa Karyamukti Kecamatan cibalong tepatnya di Kantor Sekertariat KTT-SP Rundayan Sawargi. kegitan dilaksanakan 1 hari, yaitu pada tanggal 24 agustus 2013.

Sedangkan untuk penyuluhan tentang cara dan manfaat bokashi dilakukan di kelompok tani dan ternak Rahayu dan Sawargi di kampung cibaregbeg pada tanggal 30 agustus 2013 dan 14 september 2013.

BAB II

KONDISI UMUM LOKASI KEGIATAN

2.1. Kondisi Umum Desa Karyamukti 

  Desa Karyamukti adalah sebuah Desa ibu kota di Kecamatan Cibalong merupakan Desa hasil pemekaran dengan Desa mekarsari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut pada tahun 1974.

  Desa Karyamukti merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut. Secara administratif batas-batas Desa Karyamukti sebagai berikut :

1.  sebelah Utara berbatasan dengan Desa Mekarmukti

2.  sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia

3.  sebelah Barat berbatasan dengan Desa Karyasari

4.  sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sagara

  Desa Karyamukti memiliki wilayah seluas 2014 Ha. Dilihat dari topografi dan kontur tanah desa Karyamukti kecamatan Cibalong secara umum berupa desa pantai yang berada pada ketinggian 0-100 mdpl, dengan curah hujan 1532 mm/tahun dan suhu udara rata-rata 24oC.

Jarak dari pusat Pemerintahan Desa/Kelurahan :

1.  Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan : 0 Km

2.  Jarak dari Ibukota Kabupaten/Kota : 97 Km

3.  Jarak dari Ibukota Propinsi : 160 Km

4.  Jarak dari Ibukota Negara : 345 Km

  Lahan di Desa Karyamukti digunakan bagi kehidupan sosial masyarakat dan kehidupan ekonomi. Kehidupan sosialnya seperti digunakan untuk pemukiman keluarga dan sebagainya sedangkan kegiatan ekonominya seperti dimanfaatkan untuk bertani, perkebunan, beternak, dan lain-lain. Semua kegiatan tersebut tentunya menggunakan lahan yang cukup dan sesuai untuk mencukupi kebutuhan penduduk di wilayah ini.

  Penggunaan lahan terbesar di Desa Karyamukti 505,80 Ha adalah lahan pesawahan dan ladang, sedangkan untuk perumahan penduduk yaitu 31,20 Ha. Jenis-jenis penggunaan lahan di Desa Karyamukti dapat di lihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1 Penggunaan Lahan Desa Karyamukti

No

Penggunaan Lahan

Luas Lahan (Ha)

1

Sawah dan lading

505,80

2

Jalan

13

3

Pemukiman

31,20

4

Empang

2

5

Bangunan umum

7

6

Jalur hijau

2,5

7

Pekuburan

1

8

Lain-lain

475

2.2. Struktur Pemerintahan Desa Karyamukti

2.3. Data Penduduk

Penduduk di Desa Karyamukti berdasarkan jenis kelamin :

·  Laki-laki: 1760 orang

·  Perempuan: 1717 orang

2.4. Potensi Wilayah Desa Karyamukti

Penggunaan lahan di Desa Karyamukti sebagian besar diperuntukan bagi lahan pertanian, Peternakan, perikanan dan tanaman kayu. Sedangkan sisanya diperuntukan bagi pemukiman, fasilitas umum, pekuburan dan sebagainya.

1.  Potensi Pertanian

·  Padi : 34,43 ha 711,32 ton

·  Jagung : 7,44 ha 0,18 ton

·  Ktela pohon : 0,31 ha 0,18 ton

·  Kacang tanah : 7,68 ha 3,02 ton

·  Pisang : 7,42 ha 3,41 ton

·  Semangka : 0,75 ha 3,1 ton

·  Mangga : 3,47 ha 0,75 ton

·  Sawo : 0,56 ha 0,18 ton

2.  Potensi Peternakan

·  Ayam kampung : 1678 ekor

·  Itik : 156 ekor

·  Kambing : 1214 ekor

·  Domba : 1602 ekor

·  Sapi biasa : 1132 ekor

·  Kerbau : 1156 ekor

BAB III

RENCANA KEGIATAN

3.1. Rencana Pelaksanaan Kegiatan

Setelah dilaksanakannya orientasi wilayah dan tata pemerintahan Desa Karyamukti Kecamatan  Cibalong, dapat merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan di Kampung Cihurang, Desa Karyamukti dengan menerapkan sebuah kegiatan yaitu pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi, karena di Kampung Cihurang tersebut limbah kotoran sapi yang tidak atau kurang di manfaatkan dengan tepat.

Karena Desa Karyamukti cukup luas sehingga kami memutuskan untuk melakukan penyuluhan di kampung yang lain, yaitu di kampung cibaregbeg dengan tujuan agar seluruh warga mendapatkan informasi tentang pentingnya bokashi.

Dengan potensi  yang dimiliki tersebut, maka timbul inisiatif untuk membarikan gagasan serta inovasi kepada masyarakat yang dituangkan dalam rencana kegiatan yang telah disusun dalam Tabel 2 berikut ini :

Tabel 2 : Rencana Kegiatan

No.

Nama

Kegiatan

Tujuan

Khalayak

Sasaran

Waktu

Tempat

Pelaksanaan

1.

Pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi

Memberikan pengetahuan dan cara tentang Pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi serta sebagai bahan penelitian untuk penyusunan laporan

Anggota KTT-SP Rundayan Sawargi dan warga sekitar

24 agustus 2013

Lingkungan kantor sekertariat KTT-SP Rundayan Sawargi di Kp. Cihurang

1 kali

2

Sosialisasi manfaat dari bokashi

Memberikan penjelasan tentang manfaat bokashi

Anggota KTT  Rahayu dan Saluyu

30 agustus 2013

Lingkungan kantor sekertariat KTT Rahayu dan Saluyu di Kp. Cibaregbeg

1 kali

3

Sosialisasi tentang cara pembuatan bokashi

Memberikan contoh tentang cara pembuatan bokashi

Anggota KTT  Rahayu dan Saluyu

14 september 2013

Lingkungan kantor sekertariat KTT Rahayu dan Saluyu di Kp. Cibaregbeg

1 kali

BAB IV

HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BOKASHI

4.1. Dasar Teori

Kata Bokhasi diambil dari bahasa Jepang yang artinya bahan organik yang terfermentasi. Bokashi adalah sebuah metode pengomposan bahan organik dengan sistem fermentasi menggunakan EM4 (Effective Microorganisms 4)

Adapun kelebihan pupuk bokashi dibandingkan dengan pupuk organic yang lain yaitu:

1. Bokashi dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman meskipun bahan organiknya belum terurai seperti pada kompos.

2.  Dengan formulasi bahan-bahan maka sangat mudah untuk mengontrol jumlah vitamin untuk tanaman

3.  Bokashi dapat langsung mensuplai unsur berbagai tanaman sedangkan pupuk yang lain mensuplai hara dalam tanah.

Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organic seperti tanaman, hewan, atau limbah organic lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pupuk organic karena bahan penyusunnya terdiri dari bahan-bahan organic.

Sifat kompos adalah :

1.  memperbaiki struktur tanah,

2.  memperbesar daya ikat tanah berpasir,

3.  meningkatkan daya ikat air pada tanah,

4.  memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah,

5.  mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara,

6.  membantu pelapukan bahan mineral,

7.  memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikroba,

8.  menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan.  

Kelebihan kompos yang dibuat dengan memanfaatkan aktifator atau mikroba adalah mengandung mikroba yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Beberapa contoh kompos yang dibuat dengan menggunakan mikroba decomposer/pengurai antara lain yaitu Bokashi.

Bokashi adalah pupuk organik hasil fermentasi bahan organik dengan menggunakan EM4 (Effective Microorganisms 4) yang dimaksud dengan EM4 yaitu suatu campuran mikroorganisme yang bermanfaat untuk meningkatkan keanekaragaman mikroba dari tanah maupun tanaman, serta berfungsi untuk meningkatkan kesehatan tanah, pertumbuhan dan produksi tanaman..  Keunggulan penggunaan teknologi EM4 adalah pupuk organik (kompos) dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan cara konvensional.

Larutan Effective Microorganism 4 (EM4) ditemukan pertama kali oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus Jepang dengan kandungan mikroorganisme sekitar 80 genus. Mikroorganisme tersebut dipilih yang dapat bekerja secara efektif dalam memfermentasikan bahan organik. EM4 sendiri mengandung Azotobacter sp., Lactobacillus sp., ragi, bakteri fotosintetik dan jamur pengurai selulosa. Bahan untuk pembuatan bokashi dapat diperoleh dengan mudah di sekitar lahan pertanian, seperti jerami, rumput, tanaman kacangan, sekam, pupuk kandang atau serbuk gergajian. Namun bahan yang paling baik digunakan sebagai bahan pembuatan bokashi adalah dedak karena mengandung zat gizi yang sangat baik untuk mikroorganisme.

Dalam proses fermentasi bahan organik, mikroorganisme akan bekerja dengan baik apabila kondisinya sesuai, yaitu apabila dalam kondisi anaerob, pH rendah (3-4), kadar gula tinggi, kadar air 30-40%, dan suhu sekitar 40-50oC.

4.2. Cara Pembuatan Bokashi

  Alat yang digunakan antara lain :

-  Ember/karung goni sebagai tempat penyimpanan akhir

-  Lantai untuk mengaduk supaya teraduk rata

-  Adukan

-  Plastic penutup

-  Tali rapia

-  pH meter

-  Termometer

  Bahan yang digunakan antara lain :

-  Kotoran Ternak 2 kg

-  EM4 sebanyak 2 sendok makan

-  Gula sebanyak 2 sendok makan

-  Serbuk gergaji 250 gram

-  Air sebanyak 2 liter

  Cara Pembuatannya sebagai berikut:

1.  Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air dengan perbandingan 1 ml : 1 ml : 1 liter.

2.  Pupuk kandang dan serbuk gergaji dicampur secara merata.

3.  Siramkan larutan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata, sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan, dan bila kepalan dilepas maka adonan akan segar.

4.  Adonan yang telah tercampur rata didalam ember kemudian ditutup dengan plastic yang telah diberi lubang-lubang kecil agar suhu tidak terlalu tinggi.

5.  Pertahankan suhu adonan 40-50 oC, bukalah penutup plastik. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukkan. Pengecekan suhu dan pH dilakukan setiap 2 hari sekali.

6.  Setelah 14 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.

4.3. Hasil Kegiatan

  Pada kegiatan “Pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi” yang dilaksanakan di Kampung Cihurang Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong dan  sosialisasi di Kampung Cibaregbeg Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong ini cukup mendapat antusiasme dari masyrakat sekitar.

  Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dapat dilihat dalam Tabel 3 berikut.

4.4. Hasil Pengamatan

  Setelah slesai melaksanakan pembuatan bokashi pada tanggal 24 agustus 2013 maka kami pun melanjutkan kegiatan lanjutan yaitu mengamati perkembangan bokashi tersebut hingga bokashi tersebut matang, hasil pengamatan tersebut dapat dilihat pada table 4 berikut.

Tabel 3 : Hasil Pelaksanaan Kegiatan

No.

Nama

Kegiatan

Tujuan

Khalayak

Sasaran

Waktu

Tempat

Pelaksanaan

1.

Pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi

Memberikan pengetahuan dan cara tentang Pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi serta sebagai bahan penelitian untuk penyusunan laporan

Dihadiri 7 orang dari anggota KKN dan 2 orang dari anggota KTT-SP Rundayan Sawargi

24 agustus 2013

Lingkungan kantor sekertariat KTT-SP Rundayan Sawargi di Kp. Cihurang

1 kali

2

Sosialisasi manfaat dari bokashi

Memberikan penjelasan tentang manfaat bokashi

Dihadiri 7 orang dari anggota KKN dan 5 orang dari anggota KTT  Rahayu dan Saluyu serta warga sekitar

30 agustus 2013

Lingkungan kantor sekertariat KTT Rahayu dan Saluyu di Kp. Cibaregbeg

1 kali

3

Sosialisasi tentang cara pembuatan bokashi

Memberikan contoh tentang cara pembuatan bokashi

Dihadiri 7 orang dari anggota KKN dan 14 orang dari anggota KTT  Rahayu dan Saluyu serta warga sekitar

14 september 2013

Lingkungan kantor sekertariat KTT Rahayu dan Saluyu di Kp. Cibaregbeg

1 kali

Tabel 4. Hasil Pengamatan

Tanggal

Suhu

Bau

Tekstur dan warna

24/08/2013

60OC

Tdk Sedap

Kasar Tekstur asal dengan warna hitam

26/08/2013

55OC

Tdk Sedap

Kasar Tekstur asal dengan warna hitam

29/08/2013

50OC

Tdk Sedap

Kasar Tekstur berubah sedikit dengan warna hitam

31/09/2013

45OC

Tdk Sedap

Kasar Tekstur berubah dengan warna hitam

4/09/2013

400C

Agak Tdk Sedap

Tekstur berubah dengan warna hitam

9/09/2013

380C

Tdk Berbau

Tekstur berubah seperti tanah dengan warna hitam seperti tanah

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa pengukuran yang dilakukan dalam dua  minggu yakni dari pengukuran diatas diperoleh suhu pupuk bokashi semakin menurun dimana pengukuran pertama  yang suhunya 60oC turun hingga 380C pada sat bokashi matang.

Bokashi kami kemas setelah dilakukan pengeringan terlebih dahulu dan di ayak agar terpisah dari kotoran atau sampah yang tida perlu.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan

Bokashi adalah sebuah metode pengomposan bahan organik dengan sistem fermentasi menggunakan EM4 (Effective Microorganisms 4). Umumnya pengomposan berlangsung selama 10-14 hari. Kompos yang dihasilkan akan terlihat berbeda dengan kompos pada umumnya, kompos bokashi akan terlihat hampir sama dengan sampah aslinya namun lebih pucat, mirip seperti tanah, tekstur halus dan tidak berbau.

Pembuatan kompos bokashi lebih menguntungkan dibandingkan pembuatan pupuk organic dengan metode pengomposan lain, karena pembuatan bokashi waktu pengomposan nya sekitar dua minggu sehingga dapat menghemat waktu dan biaya dalam pembuatan.

Setelah kurang lebih 45 hari kami melaksanakan KKN di desa Karyamukti serta melakukan pengamatan tentang kondisi disana ternyata pembuatan pupuk bokashi ini masih kurang diminati, karena mayoritas penduduk disana adalah peternak bukanlah petani sehingga masyarakat tersebut tidak terlalu memerlukan pupuk. Selain daripada itu hanya ada satu konsumen yang mau menerima penjualan pupuk bokashi tersebut, yaitu perkebunan karet yang ada di Desa Karyamukti, itu pun dengan harga yang sangat kecil sehingga tidak sebanding dengan biaya produksi.

5.2. Saran

  Dengan adanya kegiatan pembuatan pupuk bokashi ini diharapkan masyarakat mampu mengaflikasikannya secara berlanjut serta diharapkan sedikit demi sedikit dapat melakukan pertanian organic dengan memanfaatkan pupuk bokashi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Purnama, D. (2011). Pembuatan Bokashi Pupuk Kandang . [Online]. Tersedia: http://posluhdesraharja.blogspot.com/2011/12/pembuatan-bokashi-pupuk-kandang.html. [10 Februari 2012]

RPJM Desa Karyamukti

Tahha, D. (2011). Laporan Agronomi Pembuatan Bokashi - Acara 4. [Online]. Tersedia: http://fapertaunmul09.blogspot.com/2011/06/laporan-agronomi-pembuatan-bokashi.html. [10 Februari 2012]

tt. tn. Bokashi (bahan organik kaya akan sumber hayati). [Online]. Tersedia: http://www.deptan.go.id/feati/teknologi/BOKASHI.pdf. [10 februari 2012]

LAMPIRAN

Lampiran 1 :Poto Kegiatan Pembuatan Bokashi Dan Sosialisasi Di Desa Karyamukti

Lampiran 2 : Daftar Hadir Kegiatan Pembuatan Bokashi Di Kp. Cibaregbeg Pada Tanggal 24 Agustus 2013

No.

Nama

Keterangan

1

Puja Kurnia M

Mahasiswa KKN

2

Rahmat Hidayat

Mahasiswa KKN

3

Rani Try Septiani

Mahasiswa KKN

4

Ripqi Ikhsan N

Mahasiswa KKN

5

Sapaat

Mahasiswa KKN

6

Novi Aryanti

Mahasiswa KKN

7

Lusi Dorita Savitri

Mahasiswa KKN

8

Kocin

Ketua KTT-SP RD

9

Uus

Anggota KTT-SP RD

Lampiran 3 : Daftar Hadir Kegiatan Sosialisasi Manfaat Bokashi Di Kp. Cibaregbeg Pada Tanggal 30 Agustus 2013

No.

Nama

Keterangan

1

Puja Kurnia M

Mahasiswa KKN

2

Rahmat Hidayat

Mahasiswa KKN

3

Rani Try Septiani

Mahasiswa KKN

4

Ripqi Ikhsan N

Mahasiswa KKN

5

Sapaat

Mahasiswa KKN

6

Novi Aryanti

Mahasiswa KKN

7

Lusi Dorita Savitri

Mahasiswa KKN

8

Uus

Anggota KTT  RS

9

Muhidin

Anggota KTT  RS

10

Ade O

Anggota KTT  RS

11

Burdo

Anggota KTT  RS

12

Nana

Anggota KTT  RS

Lampiran 4 : Daftar Hadir Kegiatan Sosialisasi Cara Pembuatan Bokashi Di Kp. Cibaregbeg Pada Tanggal 14 September 2013

No.

Nama

Keterangan

1

Puja Kurnia M

Mahasiswa KKN

2

Rahmat Hidayat

Mahasiswa KKN

3

Rani Try Septiani

Mahasiswa KKN

4

Ripqi Ikhsan N

Mahasiswa KKN

5

Sapaat

Mahasiswa KKN

6

Novi Aryanti

Mahasiswa KKN

7

Lusi Dorita Savitri

Mahasiswa KKN

8

Nana

Warga Kp. Cibaregbeg

9

Isak

Warga Kp. Cibaregbeg

10

Aep

Warga Kp. Cibaregbeg

11

Uus

Warga Kp. Cibaregbeg

12

Ade

Warga Kp. Cibaregbeg

13

Amas

Warga Kp. Cibaregbeg

14

Aning

Warga Kp. Cibaregbeg

15

Widi

Warga Kp. Cibaregbeg

16

Fatah

Warga Kp. Cibaregbeg

17

Enah

Warga Kp. Cibaregbeg

18

Mamat

Warga Kp. Cibaregbeg

19

Eni

Warga Kp. Cibaregbeg

20

Entin

Warga Kp. Cibaregbeg

21

Eti

Warga Kp. Cibaregbeg


Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE

renewable energy

lorem ipsum dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.
rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.

industry recognition

1

Markets and Services Overview

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.

2

Specialized Markets and Services

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.

environmental projects

Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.

Vestibulum sed ante

Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam
dapibus tincidunt metus lorem ipsum.