LAPORAN IRIGASI DAN DRAINASE smester 6 UNIGA
LAPORAN
IRIGASI DAN DRAINASE
Oleh :
Puja Kurnia M 2403310033
|
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GARUT
HAMPOR
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Dalam pertanian bahwa irigasi dan drainase merupakan
suatu sub system pertanian yang sangat penting. Jika salah satunya tidak
terpenuhi maka pertanian tidak akan berjalan. Irigasi merupakan proses
pemberian air sedangkan drainase adalah proses pembuangan air. Ilmu drainase
sangat dibutuhkan untuk perbaikan drainase yang telah ada, karena seperti yang
diketahui bahwa beberapa daerah di Indonesia mengalami kebanjiran salah satu
diantara penyebabnya adalah drainase yang kurang baik. oleh karena itu, sebagai
mahasiwa teknik pertanian harus mampu dan memahami jenis – jenis drainase
sehingga mampu menerapkan drainase dengan tepat. 1.2
Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah a. Menjelaskan Jenis – Jenis
Drainase b.
Menyebutkan dan menjelaskan jenis – jenis drainase permukaan yang ada di sungai
Cimanuk c.
Menyebutkan dan menjelaskan jenis – jenis drainase bawah permukaan yang ada di
sungai Cimanuk BAB II JENIS DRAINASE Drainase merupakan proses pembuangan
air berlebih dari permukaan dan bawah permukaan dan bawah permukaan.terdapat 2
jenis drainase, yaitu : drainase permukaan dan drainase bawah permukaan.
Drainase permukaan merupakan proses pembuangan air dari permukaan lahan (FAO)
sedangkan drainase bawah permukaan merupakan pembuangan atau pengontrolan muka
air tanah sampai optimal untuk meningkatkan produksi tanaman (FAO). Drainase
permukaan berfungsi untuk menangani air permukaan, khususnya air yang berasal
dari air hujan. Drainase bawah permukaan berfungsi untuk membuang air
dari base course dan air bawah permukaan, serta menerima dan membuang air dari
l lapisan tembus air. (Suripin, 2004) a.
Land dan smoothing Land grading (mengatur tahap kemiringan
lahan) dan Land smoothing (Penghalusan permukaan lahan) diperlukan pada areal
lahan untuk menjamin kemiringan yang berkelanjutan secara sistematis yang
dibutuhkan untuk penerapan saluran drainase permukaan Studi
menunjukan bahwa pada lahan dengan pengaturan saluran drainase permukaan yang
baik akan meningkatkan jarak drainase pipa sampai 50%, dibandingkan dengan
lahan yang kelebihan air dibuang dengan drainase pipa tanpa dilakukan upaya
pengaturan saluran drainase permukaan terlebih dahulu. Untuk
efektifitas yang tinggi, pekerjaan land grading harus dilakukan secara teliti.
ketidakseragaman dalam pengolahan lahan dan areal yang memiliki cekungan
merupakan tempat aliran permukaan (runoff) berkumpul, harus dihilangkan dengan
bantuan peralatan pengukuran tanah Pada tanah
cekungan, air yang tak berguna dialirkan secara sistematis melalui ·
Saluran/parit (terbuka) yang disebut sebagai saluran acak yang dangkal (shallow
random field drains) · Dari
shallow random field ditch air di alirkan lateral outlet ditch ·
Selanjutnya diteruskan kesaluran pembuangan utama (Main Outlet ditch) Outlet ditch: umumnya saluran
pembuangan lateral dibuat 15 – 30 cm lebih dalam dari saluran pembuangan acak
dangkal. Overfall : jatuh air
dari saluran pembuangan lateral ke saluran pembuangan utama dibuat pada tingkat
yang tidak menimbulkan erosi, bila tidak memungkinkan harus dibuat pintu air,
drop spillway atau pipa b. Drainase acak (Random Field Drains)
Di bawah ini merupakan gambar yang menunjukan pengelolaan untuk mengatasi
masalah cekungan dan lubang – lubang tempat berkumpulnya air. Lokasi dan arah
dari saluran drainase disesuaikan dengan kondisi tofografi lahan. Kemiringan
lahan biasanya diusahakan sedatar mungkin, hal ini untuk memudahkan peralatan
traktor pengolah tanah dapat beroperasi tanpa merusak saluran yang telah
dibuat. Erosi yang terjadi pada kondisi lahan seperti diatas, biasanya tidak
menjadi masalah karena kemiringan yang relatif datar. Tanah bekas penggalian
saluran, disebarkan pada bagian cekungan atau lubang – lubang tanah, untuk
mengurangi kedalaman saluran drainase c. Drainase Paralel (Parallel Field
Drains)
Drainase ini digunakan pada tanah yang relative datar dengan kemiringan kurang
dari 1% – 2 %, system saluran drainase parallel bisa digunakan.
System drainase ini dikenal sebagai system bedengan. Saluran drainase
dibuat secara parallel, kadang kala jarak antara saluran tidak sama. Hal ini
tergantung dari panjang dari barisan saluran drainase untuk jenis tanah pada
lahan tersebut, jarak dan jumlah dari tanah yang harus dipindahkan dalam
pembuatan barisan saluran drainase, dan panjang maksimum kemiringan lahan
terhadap saluran (200 meter). Keuntungan dari system saluran drainase
parallel, pada lahan terdapat cukup banyak saluran drainase. Tanaman dilahan
dalam alur, tegak lurus terhadap saluran drainase paralel. Jumlah populasi
tanaman pada lahan akan berkurang dikarenakan adanya saluran paralel. Sehingga
bila dibandingkan dengan land grading dan smoothing, hasil produksi akan lebih
sedikit. Penambahan jarak antara saluran paralel, akan menimbulkan kerugian
pada sistem bedding, karena jarak yang lebar menimbulkan kerugian pada sistem
bedding, karena jarak yang lebar membutuhkan saluran drainase yang lebih besar
dan dalam. Bila lebar bedding 400 m, maka aliran akan dibagi dua agar lebar
bedding tidak lebih dari 200 m. Pada bedding yang lebar, harus dibarengi dengan
land grading dan smoothing. Pada tanah gambut, saluran drainase paralel dengan
side slope yang curam digunakan adalah 1 meter. Pada daerah ini biasa
dilengkapi dengan bangunan pengambilan dan pompa, bangunan pintu air
berfungsi untuk mengalirkan air drainase pada musim hujan. Pada daerah dataran
tertentu ditemukan sistem khusus dari jarak saluran paralel, 2 saluran
diletakkan secara paralel dengan jarak 5-15 meeter. Tanah galian saluran
diletakkan diantara kedua saluran tersebut, dimanfaatkan sebagai jalan yang
diperlukan pada saat pemeliharaan saluran. Drainase Mole
Drainase mole biasa disebut dengan lubang tikus berupa saluran bulat yang
konstruksinya tanpa dilindungi sama sekali, pembuatannya tanpa harus menggali tanah,
cukup dengan menarik (dengan traktor) bantukan baja bulat yang disebut mol yang
dipasang pada alat seperti bajak dilapisan tanah subsoil pada kedalaman
dangkal. Pada bagian belakang alat mole biasanya disertakan alat expander yang
gunanya untuk memperbesar dan memperkuat bentuk lubang Berdasarkan Penampungannya drainase dalam dibagi menjadi 2, yaitu Singular
Terdiri dari jajaran pipa – pipa lateral yang ditanam dibawah permukaan tanah
dengan jarak tertentu, air yang keluar dari seluruh pipa lateral ditampung pada
saluran terbuka, selanjutnya disalurkan ke saluran drainase utama Komposit
Terdiri dari jajaran pipa – pipa lateral yang ditanam dibawah permukaan tanah
dengan jarak tertentu, air dari seluruh pipa lateral ditampung pada pipa
penampung yang juga ditanam ditanah, antara pipa lateral dengan pipa penampung
dihubungkan dengan sambuangan, selanjutnya disalurkan ke saluran drainase utama Berdasarkan sistemnya, drainse dalam dibagia menajdi 4,
yaitu : Random system
Sistem ini digunakan pada lahan yang berombak (Undulating) atau pada lahan
dimana kondisi tanahnya terdiri dari beragam jenis tanah dan pada lahan yang
terdapat area tergenang Herringbone system
Terdiri dari pipa saluran drainase lateral yang diletakan secara parallel dan
terhubung dengan pipa utama dengan membuat sudut tertentu, biasanya dari kedua
sisi. Pipa utama atau sub utama diletakkan pada bagian lahan yang rendah atau
lahan yang pada kemiringan lahan yang besar (lembah) Gridiron System
Terdiri dari pipa – pipa saluran drainase lateral yang diletakkan secara
parallel dan terhubung dengan pipa utama secara tegak lurus, biasanya dari satu
sisi. System ini sesuai untuk lahan yang rendah yang datar dengan ukuran lahan
yang sama Interception system
System intersepsi menampung rembesan yang mengalir kelahan yang terletak lebih
rendah (bagian bawah). Pipa intersepsi biasanya diletakkan pada batas atas dan
daerah yang basah yang ditentukan dari hasil pengamatan drainase awal. BAB III KAJIAN UMUM (HASIL DI
LAPANGAN) 1. Luas =
874 Ha 2. Panjang = 11 Km 3. Personil = a. 1 Orang Mantri b. 3 Orang PPA c. 1 Orang PB 4. Intensitas = 300 % 5. Irigasi Cimanuk termasuk kedalam
system irigasi Primer. 6. Cimanuk memiliki a. b. 24 sadab 7. Debit
Cimanuk yaitu 3000 Liter/detik.
Data sungai Cimanuk:
1 bendung tetap
BAB
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa
a. Drainase dibagi menjadi 2, yaitu drainase permukaan dan bawah permukaan
b. Drainase permukan terdiri dari land grading dan smoothing, drainase acak dan drainase parallel
c. Drainase bawah permukaan terdiri dari drainase dangkal dan drainase dalam. Drainase dalam ini
DAFTAR PUSTAKA
http://rafilahmujahidah.blogspot.com/2010/12/makalah-irigasi-draninase.html (Diakses tanggal 24 januari 2013)
Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) UPTD Bayongbong.
UNDER MAINTENANCE
renewable energy

lorem ipsum dolore
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.
industry recognition
Markets and Services Overview
Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.
Specialized Markets and Services
Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.
environmental projects
Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.Vestibulum sed ante
Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquamdapibus tincidunt metus lorem ipsum.