MAKALAH FOSFOR UNSUR HARA YANG MUDAH TERFIKSASI TANAH
MAKALAH
FOSFOR UNSUR HARA
YANG MUDAH TERFIKSASI TANAH
Disusun oleh :
Puja Kurnia. M
UNIFERSITAS GARUT
FAKULTAS PERTANIAN
2010/2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Telah lama kita mengenal tanah, bahkan setiap hari kita tidak pernah berhubungan dengan tanah, tapi setiap orang jika ditanya apa itu tanah pasti menjawab dengan beragam, padahal diartikan dari aspek pertanian, yaitu tanah berfungsi sebagai media pertumbuhan tanaman tingkat tinggi dan sebagai basis kehidupan manusia dan hewan.
Tanah adalah produk transformasi mineral dan bahan organic yang terletak di permukaan sampai kedalaman tertentu yang dipengaruhi oleh factor-faktor genetis dan lingkungan, yakni: bahan induk, iklim, organism hidup (mikro dan makro), topografi, dan kurun waktu yang berjalan sangat panjang, yang dapat dibedakan dari cirri-ciri baham induk aslinya baik secara fisik, kimia, biologi, maupun morfologinya.
Tanah dan air serta udara merupakan sumberdaya kehidupan. Tanah yang subur merupakan tempat hidup mikro organism yang sangat baik. Selain itu pula tanah yang merupakan sumber kehidupan yang baik adalah tanah yang subur, yaitu kemampuan atau kualitas suatu tanah dalam menyediakan unsur-unsur hara tanaman dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan tanaman, dalam bentuk senyawa yang dapat dimanfaatkan tanaman, dan dalam perbandingan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tertentu apabila suhu dan factor-faktor pertumbuhan lainnya mendukung pertumbuhan normal tanaman. Didalam tanah salah satu yang penting dan sangat dibutuhkan dalam jumlah yang banyak adalah unsur hara Fosfor (P), karna unsur P sangat dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak.
1.2 Identifikasi Masalah
Dalam penulisan makalah ini penulis memaparkan tentang unsur hara Forfor (P) dalam tanah.
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari makalah ini adalah :
Memaparkan dan menjelaskan tentang sumber tentang unsur hara Forfor (P) dalam tanah.
Serta untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah bersangkutan.
1.4 Sistematika Penulisan
Agar makalah ini dapat dipahami pembaca, maka penulis membuat sistematika penulisan makalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan berisikan latar belakang mengenai tanah, identifikasi masalah, tujuan dibuatnya makalah, dan sistematika penulisan.
BAB II PEMBAHASAN
Pembahasan tentang Fosfor yang mudah terfiksasi tanah.
BAB III KESIMPULAN dan SARAN
Kesimpulan dan saran merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan serta saran-saran.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Fosfor
Fosfor adalah unsurkimia yang memiliki lambang P dengan nomor atom 15.Fosfor berupa nonlogam, bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen. Dan banyak ditemui dalam batuan fosfat anorganik dan dalam semua sel hidup tetapi tidak pernah ditemui dalam bentuk unsur bebas.
Unsur ini ditemukan oleh Hannig Brand pada tahun 1669 di Hamburg,Jerman. ia menemukan unsur ini dengan cara 'menyuling' air urin melalui proses penguapan dan setelah dia menguapkan 50 ember air urin, dia baru menemukan unsur yang dia inginkan
Namanya berasal dari bahasa Latin yaitu phosphoros yang berarti 'pembawa terang' karena keunikannya yaitu bercahaya dalam gelap (glow-in-the dark).
2.2 Fosfor Hara Esensiil Tanaman
Fosfor merupakan unsur hara esensiil tanaman. Yaitu tidak ada unsur lain yang dapat mengganti fungsinya sendiri didalam tanaman. Sehingga tanaman harus mengandung unsur P dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan secara normal. Sedangkan fungsi P didalam tanaman yaitu dalam proses potosintesis, resfirasi, transfer dan penyimpanan energy, pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses didalam tanaman lainnya. Oleh karna P dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang besar maka P disebut dengan unsur hara makro, dan kadar P paling tinggi dijumpai pada pusat-pusat pertumbuhan. Yaitu apabila tanaman didefisiensi P maka P yang ada didalam jaringan tua dimobilisasi ke jaringan muda, sehingga yang didefisiensi terlebihdahulu pada jaringan tua, demikian juga apabila tanaman sudah memasuki fase generative (masak), sebagian besar P dimobilisasi ke biji atau bagian-bagian generative tanaman.
2.3 Gejala defisiensi unsur hara fosfor (P)
Berikut adalah tanda-tanda apabila tanaman kekurangan unsur P.
Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun serta Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning, Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang.
Secara visual kekurangan P selain tanaman tumbuh kerdil dan hasil menurun, tidak sejelas apabila tanaman kekurangan N dan K, kekurangan P sulit dideteksi pada sebagian besar tanaman, pada beberapa fase pertumbuhan, defisiensi P dapat menyebabkan tanaman terlihat hijau gelap dan juga daun tanaman menunjukan menguning khususnya pada daun-daun tua, karna P didalam tanaman bersifat mobile.
2.4 Sumber Unsur Hara P Dalam Tanah
Tanah muda dengan curah hujan rendah biasanya mengandung P cukup tinggi, secara umum unsur hara P dalam tanah terbagi atas dua golongan yaitu P-organik dan P-anorganik.
Dominasi bentuk P-anorganik didalam tanah pada tanah-tanah muda (pelapukan belum intensif) adalah sesuai dengan urutan Ca-P>Al-P>Fe-P; sedangkan untuk tanah-tanah tua (pelapukan lanjut) sesuai dengan urutan Fe-P>Al-P>Ca-P, dan untuk tanah andisol dengan urutan Al-P>Ca-P>Fe-P.
Bentuk P organik didalam tanah sekitar 10% terdapat dalam mikro organisme, nilai ini sangat kecil apabila dibandingkan dengan P-total, bentuk P organic terdistribusi paling besar di permukaan tanah dibandingkan dengan subsoil, karena sesuai dengan bahan organik tanah.
Bentuk senyawa P dalam tanah, yang tersedia bagi tanaman adalah P-ortofosfat (P dikelilingi oleh 4 atom oksigen, O), yang merupakan turunan dari asam fosfat , H3PO4. Iop P-ortofosfat yang banyak diserap tanaman adalah ion ortofosfat primer (H2PO4-) dan sejumlah kecil diserap dalam bentuk ion ortofosfat sekunder (HPO4-2).
Akhir-akhir ini banyak usaha yang meningkatkan efisiensi pemupukan P dan mengurangi biyaya usaha tani dari pupuk, khususnya pada tanah-tanah mineral masam, petani langsung menggunakan pupuk P dari batuan fosfat alam. Batuan yang banyak mengandung pupuk P adalah apatit (Ca-P) baik berasal dari batuan beku maupun batuan sedimen.
Untuk memperjelas pembahasan berikut adalah neraca P.
2.5 Pergerakan P didalam Tanah
Bentuk P didalam tanah selain dibedakan atas ketersediaannya, beberapa ahli juga membedakan P berdasarkan P-labil dan P-non labil. Seperti telah dijelaskan diatas bahwa P-larut didalam tanah apabila hilang (diserap tanaman) akan secara cepat diganti dalam bentuk P-labil (sebagai bentul p-teradsorpsi). Kecepatan senyawa P-labil untuk mengadakan kesetimbangan dengan P-larut membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam. Sedangkan apabila waktu yang dibutuhkan lebih lama maka P maka P tersebut berasal dari bentuk P-non labil.
Berikut adalah skema komponen-komponen P dalam siklusnya dalam tanah, yang menunjukan perubahan bentuk-bentuk P-larut, organic, anorganik dan mikroorganisme. (sumber: Tisdale et al., 1985)
![]() |
P mineral primer
P mineral skunder
P Occlu ded
Penambahan pupuk P kedalam tanah sehingga meningkatkan P dalam larutan tanah hingga konsentrasinya masih <5 mg.I-1, akan menyebabkan P tersebut mula-mula akan di adsorpsi dan belum ada yang di endapkan, akan tetapi apabila dilakukan penambahan peningkatan pupuk P akan menyebabkan P selain di adsorpsi juga akan diendapkan dalam bentuk mineral bebas (Al, Fe, dan Ca). Bentuk dan konsentrasinya berbeda tergantung kondisi tanah dab besarnya penambahan, penambahan pupuk P dari batuan posfat alam akan sama dengan penambahan superfosfat setelah 3-4 tahun penambahan. Hal ini menunjukan bahwa P batuan fosfat sangat tidak larut dan kelarutannya sesuai dengan waktu, yaitu sama halnya dengan penambahan superfosfat setelah 3-4 tahun penambahan.
Di sebagian besar tanah unsure P bergerak sangat pendek, pada umumnya tetap tinggal pada tempat pelapukan atau sekitar tempat pelapukan.
Hampir semua P bergerak dalam tanah oleh difusi walaupun gerakannya lambat dan sangat pendek uang tergantung pada lengas tanah, kondisi kering menurunkan difusi secara nyata,
2.6 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ketersediaan P
Sebagian besar tnaman dapat P dari pupuk sebesar 10-30% dari total p yang diberikan selama tahun pertama pemberian, berikut adalah beberapa factor yang mempengaruhi ketersediaan P.
- Jumlah liat. Tekstur makin halus retensi p makin besar dan kuat. Tanah dengan kadar liat yang tinggi akan dapat memfiksasi p lebih tinggi dibandingkan dengan kadar liat yang rendah.
- Tipe liat. Tanah dengan liat kaolinit ( pada tanah dengan curah hujan dan temperature tinggi ) dapat menahan atau memfiksasi lebih tinggi. Pada tanah ini p yang diberikan cepat diubah menjadi P tida larut.
- Waktu aplikasi. Makin lama dan makin banyak P ditambahkan , kontak atau berhubungan dengan tanah, maka makin besar kemungkinan untuk terfiksasi, sehingga pemberian dapat diatur sesuai taraf dan frekuensi.
- Aerasi. Oksigen O2 ibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman dan absorpsi hara. Juga sangat penting untuk pelapukan bahan organic P oleh mikroba.
- Pemadatan. Pemadatan dapat mengurangi aerasi dan ruang pori dalam zone perakaran. Hal ini mengurangi serapan P dan pertumbuhan tanaman. Pemadatan juga menyebabkan volume akar untuk melakukan penetrasi. Juga membatasi untuk mengambil P tanah , hal ini sesuai dengan jarak pergerakan P sangat pendek.
- Lengas. Peningkatan lengas tanah pada kondisi optimum akanmeningkatkan p tersedia bagi tanaman, tanah dengan banyak lengas akan mengurangi O2, sehingga mengurangi pertumbuhan dan aktifitas akar.
- Status P tanah. Tanah yang mendapat P lebih dari P yang diambil tanaman akan memberikan status P lebih tinggi, mempertahankan P dalam status optimum adalah sangat penting
- Temperature. Temperature sangat penting dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman, akan tetapi kurang penting dengan ketersediaan P, temperature sangat tinggi atau rendah dapat membatasi serapan P oleh tanaman.
- Hara lain. Penggunaan hara lain dapat meningkatkan serapan P, penambahan Ca (pengapuran pada tanah asam) dan pemberian S pada tanah alkalin dapat meningkatkan ketersediaan P. sebaliknya pemupukan N dapat meningkatkan serapan P.
- Kemasaman. Kelarutan berbagai senyawa P dapat dipengaruhi oleh kemasaman (pH) tanah. Fosfat (P) yang berasosiasi Fe, Al dan Mn mempunyai keluaran dalam air rendah, logam tersebut sangat dominan di tanah masam.
- Tanaman. Beberapa tanaman mempunyai system perakaran serabut, dan beberapa tunjang. Perbedaan ini berperan dalam kemampuan tanaman dalam mengambil dan selanjutnya dapat menentukan metode pemberian P.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Fosfor merupakan unsur hara esensiil tanaman. Yaitu tidak ada unsur lain yang dapat mengganti fungsinya sendiri didalam tanaman. Sehingga tanaman harus mengandung unsur P dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan secara normal. Selain itu unsur P dibutuhkan dalam jumlah yang banyak.
3.2 Saran
Saat ini masih banyak petani yang belum bias mendeteksi tanaman yang kekurangan unsure fosfor dan masih belum dapat mengidentifikasi tanah yang mesti diberi perlakuan khusus, mungkin kekurangan fosfor. Semoga untuk kedepan petani-petani Indonesia umumnya lebih dapat memahami tentang unsur hara fosfor yang sangat dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar.
UNDER MAINTENANCE
renewable energy

lorem ipsum dolore
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.
industry recognition
Markets and Services Overview
Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.
Specialized Markets and Services
Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.
environmental projects
Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.Vestibulum sed ante
Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquamdapibus tincidunt metus lorem ipsum.