PEMANFAATAN HAMA DAN MUSUH ALAMI DAN MUSUH ALAMI HAMA PENGGEREK BATANG PADI
PEMANFAATAN HAMA DAN MUSUH ALAMI
DAN MUSUH ALAMI HAMA PENGGEREK BATANG PADI
Disusun oleh :
PUJA KURNIA MUNIFERSITAS GARUT
FAKULTAS PERTANIAN
2011/2012
A. PEMANFAATAN HAMA DAN MUSUH ALAMI
1. Pemantauan membantu untuk mengetahui jenis-jenis hama dan musuh alami, kepadatan populasi, waktu memulai pengendalian, dan keberhasilan usaha pengendalian.
2. Keterkaitan antara kepadatan hama dan kerusakan tanaman merupakan dasar dari PHT.
3. Kepadatan hama serangga dapat diketahui melalui pengambilan sampel. Ada tiga metode utama dalam pengambilan sampel, yaitu metode mutlak (absolut), metode nisbi (relatif), dan indeks populasi. Metode mutlak mengukur jumlah serangga yang sebenarnya di dalam populasi. Metode nisbi tidak melibatkan satuan habitat, tetapi dalam satuan usaha. Pendugaan populasi dengan metode indeks populasi didasarkan pada produk atau pengaruh hama.
4. Teknik pengambilan sampel yang umum digunakan meliputi teknik in situ, menjaring, menggunakan perangkap, dan menggunakan teknik tidak langsung.
5. Empat aspek penting dalam program pengambilan sampel adalah tahap perkembangan serangga, jumlah sampel, waktu pengambilan sampel, dan pola pengambilan sampel.
6. Pengambilan sampel beruntun penting dalam pengelolaan hama. Biasanya jumlah sampel hanya sedikit jika populasi serangga berukuran sangat kecil (di bawah ambang ekonomi) atau sangat besar (di atas ambang ekonomi). Lebih banyak sampel dibutuhkan jika populasi berukuran sedang (berada di antara nilai ambang atas dan bawah).
7. Rerata, varian, dan kesalahan baku adalah penghitungan yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi hasil pengambilan sampel. Dengan mengetahui varian kita dapat menghitung kisaran nilai atau interval kepercayaan (confidence interval). Interval kepercayaan dapat diatur pada berbagai tingkat kepastian. Namun, kebanyakan keputusan pengelolaan hama didasarkan pada tingkat kepercayaan 95-99%.
Evaluasi Dampak Musuh Alami
1. Dua metode pendekatan untuk mengevaluasi dampak musuh alami adalah (a) pendekatan analisis tabel kehidupan, dan (b) pendekatan percobaan.
2. Tujuan utama dari evaluasi musuh alami adalah menentukan apakah telah terjadi pengaturan populasi mangsa atau inang dan mengidentifikasi agen-agen yang bertanggung jawab dalam pengaturannya.
3. Analisi tabel kehidupan dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dinamika populasi dan regulasi serta masalah-masalah praktis dari pemanfaatan musuh alami.
4. Ahli ekologi menerapkan konsep kekuatan membunuh (killing power) atau nilai membunuh (kill value) yang disingkat menjadi k value ketika menghitung persentase mortalitas total yang disebabkan oleh musuh alami.
5. Faktor kunci (key factor) adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kematian hama. Faktor kunci akan mengikuti naik dan turun mortalitas generasi total.
6. Pekerja pengendalian hayati tertarik pada faktor mortalitas terkait kepadatan karena tidak hanya sekadar mengurangi jumlah hama, tetapi juga dapat mengatur kelim-pahan hama. Mortalitas yang terkait dengan kepadatan hama akan mencegah populasi hama tumbuh terlalu besar dan melindunginya dari kepunahan.
7. Faktor mortalitas terkait dengan kepadatan hama dapat diketahui dengan cara memplotkan nilai k pada tahap tertentu terhadap jumlah hama pada tahap tersebut dari beberapa generasi.
8. Evaluasi dampak musuh alami dengan metode percobaan terdiri atas metode penambahan, metode penyingkiran musuh alami, dan metode interferensi. Pada pendekatan percobaan dilakukan perbandingan antara populasi hama dengan musuh alami dan populasi hama tanpa musuh alami.
9. Metode penambahan dilakukan dengan membandingkan perubahan kepadatan hama di lokasi pelepasan musuh alami dengan lokasi kontrol tanpa musuh alami. Evaluasi efektivitas musuh alami dalam metode penyingkiran dilakukan dengan membanding-kan kepadatan populasi hama di dalam kurungan atau penghalang lain dengan dan tanpa musuh alami. Metode interferensi dilakukan melalui penyingkiran musuh alami (dengan semut, insektisida, atau tangan) di dalam petak percobaan. Kepadatan populasi hama di dalam petak tersebut lalu dibandingkan dengan yang ada di dalam petak tidak terganggu.
B. AGENS HAYATI DAN PEMANFAATANNYA
A. Predator adalah oganisme yang membunuh/memagsa organisme lainnya untuk kebutuhan makannya. arekteristik predator antara lain :
Predator dapat memangsa semua tingkat perkembangan mangsanya
Bersifat karnivor baik pada saat pradewasa maupun dewasa (imago)
Membinasakan atau melumpuhkan mangsa sebelum mengkonsumsi dan memakan atau menghisap mangsanya dengan cepat
Memerlukan dan memakan lebih dari satu mangsa untuk perkembangan pertumbuhan selama hidupnya dan membunuh mangsa untuk dirinya sendiri.
Umumnya memiliki tubuh lebih besar dibandingkan dengan tubuh mangsanya
Organ tubuh predator berkembang baik sehingga dapat bergerak cepat atau terbang serta modifikasi embelan yang memungkinkan melakukan fungsi yang lebih dari yang dimiliki serangga pada golongan lain
Ada imago serangga pradewasa hidup pada habitat dan sumber makanan yang sama sehingga menimbulkan kompetisi di dalamspesies itu sendiri
Predator ada yang generalis yaitu memangsa berbagai jenis spesies mangsa dan ada yang spesialis yaitu hanya memangsa satu jenis spesies mangsa . Beberpa jenis yang ditemukan pada tanaman kedelai dan dapat menurunkan populasi hama, adalah sebagai berikut :
1. Coccinellidae, (Coleoptera : Coccinellidae)
MANGSA : Mangsanya antara lain dari famili coccidae, pseudococcidae,Diaspidae, Aphididae. Keberhasilan pengendalian pada kutu-kutu yang edenter/menetap telah menjadi modek pengendalian hayati klasik secara umum.Pada tanaman kedelai beberapa kumbang kubah sering ditemukan memangsa kutu daun Aphis glycines
MORFOLOGI DAN BIOLOGI
Kumbang kubah yang umum ditemukan pada tanaman kedelai diantaranya Micraspis Croacea, menochilus, coccinella tranversalis, harmonia octomaculata, Verania lineata, scymnus apiciflavus
Telur (1)Telur diletakan secara bekelompok dan umumnya terdapat diatas substrat dengan posisi tegak berdiri (2) Warna umumnya kuning muda pada saat diletakan, kemudian menjadi kuning tua, dan menadi coklat kehitaman pada saat akan menetas (3) Bentuk oval dan berukuran kecil
Larva : (1) Dari bagian dorsal, badan lebar di bagian tengah dan mengcil pada bagian kepala dan abdomen (2) Dari arah lateral, badan pipih dengan tungkai yang panjag (3) Alat mulut menggigit dan menguyah
Pupa (1) Pupa berada dalammpuparium dan umumnya menempel pada Substrat dengan ujung abbdomenya (2) Berbentuk cembung dengan bagian ke arah kepala membesar (3) Merupakan fase tidak aktif bergerak, namun bila disentuh akan memberikan respons
Imago (Dewasa) : (1) bentuk badan seperti diskus, oval, (2) warna dan pola tubuh bervariasi tergantung spsies, umumnya berwarna mengkilat (3) Memiliki sepasang sayap berbentuk lembaran tipis yang dipergunakan sewaktu terbang. dalam keadaan biasa sayap ini terlipat di bawah elytra. (4)emiliki antena dengan bentuk seragam, umumnya pendek terdiri dari 6-11 segmen dengan bagian ujung membesar (5) Kela berukuran kecil, sebagian atau seluruhnyan tersembunyi di bawah protonom ( 6) Alat mulut menggigit mengunah dengan berbentuk segitiga
APLIKASI ; Coccinellidae Mudah ditemukan dilapangan. Hal ini menunjukan bahwa keberadaannya pada pertanaman kedelai cukup pentg,sehingga perlu dikonservasi. Antara lain dengan mengurangi penggunaan pestisida dan predator ini relatif mudah dibiakan di laboraturium dengan menggunakan mangsa utamanya (aphids).
a. Micraspis crocea Mulsant
Coleoptera : Coccinellidae, Nama latin lainnya : Verania crocea, Nama Daerah / lainnya : Kumbang helm, kumbang kubah. Mangsa : Serangga-serangga kecil bertubuh lunak, misalnya kutu daun (aphid).
MORFOLOGI DAN BIOLOGI
Imago dewasa : Larva : Larva berwarna merah gelap dengan kepala hitam, tubuh tertutup laisan lilin, rambut-rambut hitam dan duri bercabang. tungkai larva lebih berkembang untuk pergerakan yang aktif
imago berwarna kuning dengan beragai bercak di belakang kepala.Predator ini mempunyai ukuran panjang tubuh 8 mm dengan ciri-ciri tubuh mengkilat, kulit halus, kepala dan perut bagian tengah berwarna hitam kebiru-birua.
b.Harmonia octomaculate Fabricius ;Coleoptera : Coccinellidae : Nama Latin Lainnya : Synharmoia octomaculata
Mangsa
Serangga-serangga kecil bertubuh lunak, misalnya kutu daun (aphid)
MUSUH ALAMI DARI HAMA PENGEREK BATANG PADI
1. Parasit Telur Telenomus
Parasit telur Telenomus (Telenomus rowani;Hymenoptera;Scelionidae) merupakan parsit kecil berwarna hitam yang memparasiti telur-telur pengerek batang padi.tabuhan telenomus mencari ngegat betina pengerek batang yang telah siap bertelur dan kemudian hinggap di ujung perut ngegat dewasa, dekat dengan ovipositor (alat untuk meletakkan telur). Ketika ngegat mulai bertelur, tabuhan ini segera menitipkan telurnya dengan menyuntikkan kedalam telur-telur yang abru keluar dari ngegat-ngengat dewasa. Setelah 10-14 hari, yang keluar dari kelompok telur tersebut bukan ulat pengerek batang padi namun yang keluar tersebut adalah tabuhan telenomus baru yang siap mengamankan sawah dari serangan pengerek batang padi. Tingkat parasitasi tabuhan telenomus dilapangan adalah antara 36%-90%.
2. Parasit Trichogramma
Parasit Trichogramma (Trichogramma japonicum; Hymenoptera; Trichogrammitidae) ini berwarna hitam, lebih kecil dari semut. Hama ini sering muncul dari kelompok telur pengerek batang. Parasit ini meletakkan telur dengan menyuntikkan ovipositornya diantara bulu-bulu halus yang menutup telur. Telur parasit diletakkan satu per satu pada tiap telur pengerek batang. Tingkat parsitasi dilapangan berkisar antara 40%.
3. Jangkrik Ekor Pedang
Jangkrik ekor pedang (Metioche vittaticollis atau Anaxpha longipennis; Orthroptera: Gryllidae) merupakan jangkrik pemangsa. Jangkrik ini disebut jangkrik ekor pedang karena memiliki ekor seperti pedang. Cirri lain dari jangkrik ekor pedang adalah sungutnya yang panjang sehingga dibeberapa tempat jangkrik ini juga disebut jangkrik sungut panjang.bukan hanya jangkrik dewasa, jangkrik ekor pedang muda pun merupakan pemangsa kelompok telur pengerek batang padi yang rakus.
Dan masih banyak musuh-musuh lami yang lain, yang memangsa dari hama pengerek batang padi sesuai dengan fase-fase dari hama pengerek batang tersebut. Musuh-musuh alami ini dapat digunakan dalam pertanian organic yang memamnfaatkan musuk alami sebagai pengendali hama dan bukan mengunakan pestisida yang dapat membunuh segala macam mahluk hidup yang ada diekosistem tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
http://massofa.wordpress.com/
UNDER MAINTENANCE
renewable energy

lorem ipsum dolore
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.
industry recognition
Markets and Services Overview
Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.
Specialized Markets and Services
Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.
environmental projects
Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.Vestibulum sed ante
Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquamdapibus tincidunt metus lorem ipsum.