XtGem Forum catalog

PENINGKATAN KESEJAHTRAAN PETANI KOPI SEBAGAI UPAYA MEMPERBAIKI EKONOMI MASYARAKAT

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Tanaman kopi merupakan komoditi ekspor yang cukup menggembirakan karena mempunyai nilai ekonomis yang relative tinggi di pasaran dunia, di samping itu tanaman kopi ini adalah salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan di Jawa Barat.

Tanaman kopi jenis arabika sat ini mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan kopi Robusta yang mana pada tahun 1990 harga kopi Arabika 1,85 U$D/Kg, sedangkan kopi Robusta 0,83 U$D/Kg.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan harga kopi Robusta di pasaran dunia antara lain :

  • Kelangkaan pasok jenis kopi Arabika.
  • Kopi robusta mengalami over supply.
  • Penggunaan kopi Robusta semakin tinggi.
  • Situasi pasaran dunia untuk jenis Robusta menurun sehingga ICO melakukan pemotongan kuota sebanyak 2 kali lipat dalam setahun.

Dari hal tersebut perlu adanya usaha pemilihan jenis kopi yang mempunyai nilai ekonomis dan rasa yang relatif baik serta yang tahan terhadap penyakit karat daun.

Usaha untuk merebut peluang pasar kopi antara lain dengan Pengembangan tanaman kopi Arabika melalui kegiatan peremajaan, peluasan dan rehabilitasi tanaman kopi dari kopi Robusta menjadi kopi Arabika.

B.  Pengertian

  • peremajaan

Peremajaan adalah usaha menggantikan tanaman yang secara ekonomis tidak menguntungkan lagi karena produktivitasnya rendah sehingga perlu diganti dengan yang baru dan dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi.

  • Perluasan

Kegiatan perluasan adalah menanam tanaman kopi di areal baru yang lingkungannya sesuai dengan persyaratan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi.

  • Rehabilitasi

Rehabilitasi kebun adalah kegiatan untuk memulihkan kondisi kebun ke keadaan yang lebih baik, sehingga produktivitasnya meningkat. Rehabilitasi tanaman ditujukan pada populasi tanaman yang telah berkurang karena kesalahan kultur teknis, serangan hama dan penyakit serta kekeringan yang akan akan mengakibatkan produktivitas tanaman per hektar rendah atau tidak menguntungkan untuk diusahakan.

C.  Peningkatan Kesejahteraan Petani Kopi Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Kerakyatan

  Kopi adalah salah satu hasil perkebunan Indonesia yang memberikan banyak pemasukkan khususnya di sektor perekonomian, sehingga kesejahteraan petani kopi seharusnya meningkat. Tetapi, pada realitanya para petani kopi di Indonesia hidupnya jauh dari standar berkecukupan. Hal ini terjadi karena kopi-kopi yang dihasilkan Indonesia dibeli para pengusaha luar negeri dengan harga yang sangat murah. Kemudian hasil olahan kopi tadi dijual di Indonesia dengan harga yang mahal. Untuk itu, seharusnya pemerintah memberikan standar harga untuk kopi-kopi bermutu agar kesejahteraan petani kopi di Indonesia meningkat, sehingga bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan.

1.  Peranan Kopi di Indonesia

  Indonesia adalah 5 negara penghasil kopi terbesar di dunia dan terkenal dengan kopi-kopinya yang bermutu tinggi, sehingga banyak negara-negara yang memiliki perusahaan kopi ternama membeli kopi mentah di Indonesia. Karena seringnya mereka membeli kopi di Indonesia, berarti secara tidak langsung memberi banyak pemasukkan untuk Indonesia dari biaya ekspornya. Selain itu keberadaan kopi yang berlimpah juga menumbuhkan jiwa bisnis di kalangan para pengusaha muda Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang membangun sebuah perusahaan minuman yang menggunakan kopi sebagai bahan dasarnya. Misalnya saja Kapal Api. Dengan dibangunnya perusahaan-perusahaan tersebut otomatis membutuhkan tenaga-tenaga untuk menjadi pekerjaanya, sehingga hal ini mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

2.  Kelemahan Indonesia dalam Mengolah Kopi

  Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi alamnya , termasuk juga kopi. Tetapi, Indonesia tidak pandai dalam mengolah hasil alamnya. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumber daya manusianya. Pemuda-pemuda Indonesia sedikit sekali yang mempunyai etos kerja yang bagus. Sehingga, banyak hasil-hasil alam Indonesia yang harusnya menjadi aset bangsa Indonesia lari ke pengusaha-pengusaha luar negeri. Disini dimaksudkan mereka menanam saham yang besar pada lahan-lahan kopi tersebut. Selain itu hukum di Indonesia tidak berjalan disiplin. Banyak pengusaha-pengusaha ilegal yang bebas keluar masuk Indonesia hanya dengan memberi sejumlah uang pada pihak yang berkaitan. Hal ini sangat merugikan Indonesia. Karena uang tersebut berada di tangan orang yang tidak bertanggungjawab dan mementingkan dirinya sendiri.

3.  Kesejahteraan Petani Kopi di Indonesia

  Melihat banyaknya ekspor kopi, seharusnya para petani kopi kita kesejahteraannya terjamin. Tetapi, pada realitanya kehidupan para petani kopi di Indonesia jauh dari standar berkecukupan. Misalnya saja adalah kasus pada petani kopi di Jawa Barat. Pendapatan petani kopi di Jawa Barat masih rendah. Sebagian besar petani masih menjual komoditas kopi dalam bentuk gelondongan atau biji kopi petik yang harganya sangat murah. Petani kopi yang menjadi mitra Perhutani menjual produknya dalam bentuk gelondongan dengan harga hanya Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram. Padahal, harga kopi bubuk di pasar domestik saat ini Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kg, atau lebih dari 10 kali lipat jika dibandingkan dengan harga kopi petik. Adapun harga kopi kategori gabah (biji kopi tanpa kulit) mencapai Rp 10.000 per kg. Rendahnya pendapatan para petani kopi dikarenakan masih rendahnya sistem alih teknologi yang mereka miliki. Peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui proses pengolahan memerlukan investasi dan teknologi pengolahan yang lebih modern.

4.  Upaya Peningkatan Ekonomi Kerakyatan

  Menanggapi kasus di atas, pemerintah telah membuat beberapa kebijakan-kebijakan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Indonesia. Diantaranya adalah memberikan penyuluhan pada petani-petani kopi dan mendisiplinkan proses ekspor kopi ke luar negeri. Penyuluhan-penyuluhan ini dengan tujuan agar petani kopi lebih memahami tentang pertanian kopi dan pengolahannya. Selain itu pemerintah juga memberi peringatan agar para petani kopi tidak dengan mudah menjual lahannya. Karena lahan itu akan menjadi aset anak cucu bangsa di masa yang akan datang. Sedangkan sebagai contoh dari perubahan di bidang hukum, telah diberlakukan hukum yang akan mengenakan denda terhadap tindakan ekspor yang dilakukan secara ilegal. Sehingga, dari peningkatan kesejahteraan petani kopi diharapkan akan meningkatkan ekonomi rakyat di Indonesia.

D.  Peranan Dan Manfaat Bursa Komoditi Kopi Dalam  Pengembangan Pertanian Kopi Di Indonesia

  1. Bursa Komoditi Indonesia

Pemerintah membentuk Bursa Komoditi Indonesia yang secara teknis bursa ini berada di bawah pengawasan Departemen Perdagangan, sedangkan untuk masalah keuangan berada di bawah naungan Departemen Keuangan. Bursa Komoditi Indonesia melakukan perdagangan berjangka. Ada beberapa alasan yang mendasari pemerintah Indonesia membentuk Bursa Komoditi Indonesia, yaitu :

  • Perubahan lingkungan strategis seperti globalisasi.
  • Kesepakatan dalam jangka WTO, AFTA, APEC.
  • Berkurangnya peran perjanjian komoditi Internasional.
  • Berubahnya kebijakan deregulasi dan debirokratisasi oleh pemerintah.
  • Dalam rangka merangsang produktivitas komoditi dan meningkatkan kegiatan ekspor non migas agar bisa bersaing di pasar global.
  • Pemerintah menganggap perlu adanya berbagai fasilitas penunjang yang dapat menjembatani kepentingan produksi dan kepentingan ekspor.
  1. Manfaat Bursa Komoditi Indonesia yang dibentuk pemerintah sejak tahun 1986 :

·  Sarana Pengelolan Risiko

Salah satu ciri barang komoditi yang diperdagangkan di bursa adalah harga komoditi yang bersangkutan sering mengalami gejolak. Kopi merupakan salah satu komoditi pertanian yang memiliki sifat tersebut, sehingga untuk menjaga kelangsungan usaha maka diperlukan instrumen pengelolaan risiko harga yang efisien yaitu dengan menggunakan instrumen kontrak forward, kontrak berjangka, opsi, swap dan bond pada skema pasar. Instrumen yang sering digunakan adalah kontrak berjangka.

Kontrak berjangka adalah suatu perjanjian yang mengikat secara hukum dua belah pihak untuk membeli dan menjual komoditi dalam jumlah, mutu, jenis, dan tempat tertentu yang telah ditetapkan. Sedangkan waktu penyerahan di kemudian hari. Fluktuasi harga barang komoditi karena perubahan kondisi perekonomian membuat para pelaku bursa ini melakukan mekanisme hedging dengan tujuan melindungi aktiva dan/atau kewajiban agar posisi mereka tetap berada di kondisi Break Event Point (BEP).

  • Sarana Pembentukan Harga

Selama belum terbentuk Bursa Komoditi Indonesia, harga jual barang komoditi kopi mengacu pada bursa yang ada di luar negeri. Tetapi setelah terbentuk Bursa Komoditi Indonesia diharapakan Indonesia bisa menjadi price maker dalam perdagangan global komoditi kopi. Penetapan harga kopi di bursa juga harus memperhatikan infomasi pasar perdagangan fisik.

  • Efisiensi Pasar

Ukuran efisiensi pasar pada bursa komoditi adalah Kecilnya perbedaan antara harga bid dan offer dari komoditi kopi yang diperdagangkan di bursa. Selain hal tersebut, cepat dan mudahnya pelaksanaan transaksi di bursa juga menjadi ukuran efisiensi pasar.

  • Informasi Pasar

Informasi pasar yang dibutuhkan para pelaku pasar berjangka komoditi antara lain informasi tentang harga, produksi, konsumsi, volume perdagangan dan juga perkiraan (ekspektasi) pasar dari kopi yang diperdagangkan di bursa komoditi tersebut, sehingga dapat membuat bursa semakin transparan dan bersaing. Semakin banyak informasi diketahui orang, akan membuat mereka mampu mengantisipasi pembentukan harga kopi di pasar.

  • Lindung Nilai

Pada dasarnya, harga komoditi primer sering berfluktuasi karena ketergantungannya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim, bencana alam, dan lain-lain. Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan Kontrak Berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak (resiko) yang diakibatkan gejolak harga tersebut.

Komoditi pertanian termasuk kopi menjadi salah satu subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa. Setiap komoditi yang kontraknya diperdagangkan di Bursa, spesifikasinya ditetapkan secara jelas; menyangkut jumlah, kualitas, dan waktu penyerahan. Dengan demikian, para pemakai/pengguna Bursa bisa mudah melakukan transaksinya, sehingga akan terwujud pasar yang aktif dan likuid. Para produsen dan konsumen menggunakan Kontrak Berjangka sebagai alat untuk melindungi dirinya dari resiko fluktuasi harga. Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen, karena harga komoditinya dapat diprediksi dan di”kunci” dengan baik.

Dengan memanfaatkan Kontrak Berjangka, seorang produsen kopi dapat menjual kopi yang baru akan mereka panen beberapa bulan kemudian, pada harga yang telah dipastikan atau “dikunci” sekarang (sebelum panen). Dengan demikian, mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak terpengaruh oleh kenaikan/ penurunan harga jual kopi di pasar fisik (tunai). Manfaat bursa komoditi kopi juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan pembelian komoditi kopi di masa yang akan datang, pada saat memenuhi kontraknya dengan pembeli diluar negeri. Atau pengolah yang harus melakukan pembelian kopi secara berkesinambungan.

  • Pembentukan harga

Sebagai sarana pembentukan harga yang transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi kopi yang diperdagangkan. Hal ini dimungkinkan, karena transaksi hanya dilakukan oleh/melalui Anggota Bursa, mewakili nasabah atau dirinya sendiri. Artinya, antara pembeli dan penjual Kontrak Berjangka tidak saling kenal/mengetahui secara langsung. Harga yang terjadi di Bursa umumnya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia usaha, termasuk petani dan produsen/pengusaha kecil, untuk melakukan transaksi di pasar fisik.

Margin yang telah ditetapkan berlaku untuk periode waktu tertentu, dan dapat diubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Selain itu ada biaya komisi yang dikenakan oleh Pialang Berjangka, yang besaran minimumnya ditetapkan Bursa atas persetujuan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

BAB II

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KOPI

A.  Budidaya Tanaman Kopi Arabika

Pada dasarnya untuk usahatani dan budidaya kopi arabika melalui kegiatan Perluasan, Peremajaan dan Rehabilitasi adalah sama seperti pada kegiatan penanaman baru, yaitu:

  • Syarat Tumbuh

Ø  Letaknyas terisolir dari pertanaman kopi varietas lain ± 100 meter.

Ø  Lahan bebas hama dan penyakit

Ø  Mudah pengawasan

  • Tanah

Ø  PH tanah : 5,5 – 6,5

Ø  Top Soil : Minimal 2 %.

Ø  Strukrur tanah : Subur, gembur ke dalaman relative > 100 cm.

  • Iklim

Ø  Tinggi tempat : 800 – 2000 m dpl

Ø  Suhu : 15º C - 25º C.

Ø  Curah hujan : 1.750 – 3000 mm/thn dengan bulan kering 3 bulan

B.  Bahan Tanaman

Untuk perbanyakan tanaman di lapangan diperlukan Bibit Siap Salur dengan kriteria sebagai berikut :

Ø  Sumber benih : Harus berasal dari kebun induk atau perusahaan yang telah ditunjuk.

Ø  Umur bibit: 8 -12 bulan

Ø  Tinggi: 20 -40 cm

Ø  Jumlah minimal daun tua: 5 – 7

Ø  Jumlah cabang primer: 1

Ø  Diameter batang: 5 – 6 cm

C.  Kebutuhan bibit/ha

Ø  Jarak tanam: 1,25 m x 1,25 m

Ø  Populasi: 6.400 tanaman

Ø  Untuk sulaman: 25 %

D.  Penanaman

  • Jarak Tanam

Sistem jarak tanam untuk kopi arabika antara lain :

Ø  Segi empat: 2,5 x 2,5 m

Ø  Pagar: 1,5 x 1,5 m

Ø  Pagar ganda: 1,5 x 1,5 x 3 cm

  • Lobang Tanam

Ø  Pertama, Harus dibuat 3 bulan sebelum tanam.

Ø  Kedua, Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 60 cm, 75 x 75 x 75 cm atau 1 x 1 x 1 m untuk tanah yang berat.

Ø  Ketiga, Tanah galian diletakan di kiri dan kanan lubang.

Ø  Keempat, Lubang dibiarkan terbuka selama 3 bulan.

Ø  Kelima, 2 -4 minggu sebelum tanam, tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15/20 kg/lubang, dimasukkan kembali ke dalam lubang.

Ø  Keenam, Tanah urugan jangan dipadatkan.

  • Penanaman

Ø  Pertama, Penanaman dilakukan pada musim hujan

Ø  Kedua, Leher akar bibit ditanam rata dengan permukaan tanah.

E.  Pemeliharaan

  1. Penyiangan

Ø  Membersihkan gulma di sekitar tanaman kopi,

Ø  Penyiangan dapat dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah.

Ø  Untuk tanaman dewasa dilakukan 2 x setahun

  1. Pohon Pelindung
  • Penanaman pohon pelindung

Ø  Tanaman kopi sangat memerlukan naungan untuk menjaga agar tanaman kopi jangan berbuah terlalu banyak sehingga kekuatan tanaman cepat habis.

Ø  Pohon pelindung ditanam 1 – 2 tahun sebelum penaman kopi, atau memanfaatkan tanaman pelindung yang ada.

Ø  Jenis tanaman untuk pohon pelindung antara lain lamtoro, dadap, sengon, dll.

  • Pengaturan pohon pelindung

Ø  Tinggi pencabangan pohon pelindung diusahakan 2 x tinggi pohon kopi.

Ø  Pemangkasan pohon pelindung dilakukan pada musim hujan.

Ø  Apabila tanaman kopi dan pohon pelindung telah cukup besar, pohon pelindung bisa diperpanjang menjadi 1 : 2 atau 1 : 4.

  • Pemangkasan Kopi
  1. Pangkasan Bentuk

Ø  Tinggi pangkasan 1,5 – 1,8 m

Ø  Cabang primer teratas harus dipotong tinggi 1 ruas

Ø  Pemangkasan dilakukan di akhir musim hujan

  1. Pangkasan Produksi

Ø  Pembuangan tunas wiwilan (tunas air) yang tumbuh ke atas.

Ø  Pembuangan cabang cacing dan cabang balik yang tidak menghasilkan buah.

Ø  Pembuanagn cabang-cabang yang terserang hama penyakit.

Ø  Pemangkasan dilakukan 3 – 4 kali setahun dan dikerjakan pada awal musim hujan.

  1. Pangkasan Rejupinasi (pemudaan)

Ø  Ditujukan pada tanaman yang sudah tua dan produksinya sudah turun menurun

Ø  Pada awal musim hujan, batang dipotong miring setinggi 40 – 50 cm dari leher akar. Bekas potongan dioles dengan aspal.

Ø  Tanah disekeliling tanaman dicangkul dan dipupuk

Ø  Dari beberapa tunas yang tumbuh pelihara 1 -2 tunas yang pertumbuhannya baik dan lurus ke atas.

Ø  Setelah cukup besar, disambung dengan jenis yang baik dan produksinya tinggi.

F.  Pemupukan

  1. Dosis pemupukan kopi per pohon adalah :

Ø  Umur 1 tahun : 50 gr Urea, 40 gr TSP, dan 40 gr KCL.

Ø  Umur 2 tahun : 100 gr Urea, 80 gr TSP, dan 80 gr KCL.

Ø  Umur 3 tahun : 150 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.

Ø  Umur 4 tahun : 200 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.

Ø  Umur 5-10 tahun : 300 gr Urea, 150 gr TSP, dan 240 gr KCL.

Ø  Umur 10 thn keatas : 500 gr Urea, 200 gr TSP, dan 320 gr KCL.

  1. Pupuk diberikan dua kali setahun yaitu awal dan akhir musim hujan masing-masing setengah dosis.
  2. Cara pemupukan dengan membuat parit melingkar pohon sedalam ± 10 cm, dengan jarak proyek tajuk pohon (± 1 m)

G.  Pengendalian Hama Penyakit.

  1. Hama
  • Hama Bubuk Buah

Penyebab adalah sejenis kumbang kecil yang menyerang buah muda dan tua.Pengendaliandengan mekanis yaitu dengan mengumpulkan buah-buah yang terserang, secara kultur teknis dengan penjarangan naungan dan tanaman sedangkan secara chemis dengan Insektisida Dimecron 50 SCW, Tamaron, Argothion, Lebaycide, Sevin 85 S dengan dosis 2 cc / liter air.

  • Bubuk Cabang (Xyloborus moliberus)

Menyerang/menggerek cabang dan ranting kecil 3 – 7 dari pucuk kopi. Daun menjadi kuning dan rontok kemudian cabang akan mongering. Pengendalian sama seperti pada hama bubuk buah.

  1. Penyakit
  • Penyakit Karat Daun

Penyebab adalah sejenis Cendawan. Tanda serangan ada bercak-bercak merah kekuningan pada bagian bawah daun, sedangkan di permukaan daun ada bercak kuning. Kemudian daun gugur, ujung cabang muda kering dan buah kopi menjadi hitam kering dan kualitas tidak baik selanjutnya tanaman akan mati.

Pengendalian secara kultur teknis dengan menanam jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333, S 288 dan S 795 serta menjaga agar kondisi FungisidaDithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air.

BAB III

KESIMPULAN

Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi alamnya , termasuk juga kopi. Tetapi, Indonesia tidak pandai dalam mengolah hasil alamnya. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumber daya manusianya. Pemuda-pemuda Indonesia sedikit sekali yang mempunyai etos kerja yang bagus. Sehingga, banyak hasil-hasil alam Indonesia yang harusnya menjadi aset bangsa Indonesia lari ke pengusaha-pengusaha luar negeri. Disini dimaksudkan mereka menanam saham yang besar pada lahan-lahan kopi tersebut. Selain itu hukum di Indonesia tidak berjalan disiplin. Banyak pengusaha-pengusaha ilegal yang bebas keluar masuk Indonesia hanya dengan memberi sejumlah uang pada pihak yang berkaitan. Hal ini sangat merugikan Indonesia. Karena uang tersebut berada di tangan orang yang tidak bertanggungjawab dan mementingkan dirinya sendiri.

  Indonesia adalah 5 negara penghasil kopi terbesar di dunia dan terkenal dengan kopi-kopinya yang bermutu tinggi. Tetapi, Indonesia tidak pandai dalam mengolah hasil alamnya karena keterbatasan sumber daya manusia dan lemahnya hukum di Indonesia. Sehingga, mengakibatkan Indonesia mengalami kerugian yaitu rendahnya kesejahteraan petani kopi. Untuk itu pemerintah telah membuat beberapa kebijakan- kebijakan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Indonesia. Diantaranya adalah memberikan penyuluhan pada petani-petani kopi dan mendisiplinkan proses ekspor kopi ke luar negeri.

DAFTAR PUSTAKA

www. Google.com

http//.analisis ekonomi pertanian Indonesia

Sri Setyati Haryadi, (1974), Pengantar Agronomi, Gramedia,Jakarta

Back to posts
Comments:
[2016-08-19] Ghtgh :

Hgytgf


UNDER MAINTENANCE

renewable energy

lorem ipsum dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.
rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.

industry recognition

1

Markets and Services Overview

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.

2

Specialized Markets and Services

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.

environmental projects

Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.

Vestibulum sed ante

Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam
dapibus tincidunt metus lorem ipsum.