MAKALAH MANUSIA DAN SEJARAH PEMBAHASAN AKHLAQ SERTA ISLAM DAN KEWIRAUSAHAAN
MAKALAH
MANUSIA DAN SEJARAH PEMBAHASAN AKHLAQ
SERTA
ISLAM DAN KEWIRAUSAHAAN
Disusun oleh :
Puja Kurnia. M (2403310033)
UNIFERSITAS GARUT
FAKULTAS PERTANIAN
2010/2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Seperti telah diketahui, agama Islam mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya ; hubungan manusia dengan dirinya ; serta hubungan manusia dengan sesamanya. Hubungan manusia dengan Penciptanya tercakup dalam masalah akidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya diatur dengan hukum akhlak, makanan dan minuman, serta pakaian. Selain itu, hubungan manusia dengan sesamanya, diatur dengan hukum muamalah dan ‘uqubat ( sanksi ).
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung". Q.S.62. al Jum’ah.A.10
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang penelitian tersebut di atas, maka permasalahan pokok yang dapat dirumuskan dan menjadi kajian dalam penulisan makalah ini adalah: “Hal-hal apa saja yang berhubungan dengan MANUSIA DAN SEJARAH PEMBAHASAN AKHLAK SERTA ISLAM DAN KEWIRAUSAHAAN”.
Permasalahan yang muncul diantaranya yaitu:
1. Bagaimana keterkaitan manusia dan sejarah pembahasan akhlak, seta beberapa penjelasannya?
2. Bagaimanakan keterkaitan antara islam dan kewirausahaan itu.?
1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan
Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Agama Islam.
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui hal-hal yang Manusia dan sejarah pembahasan akhlak serta islam dan kewirausahaan.
1.4 Kegunaan Penulisan
Dengan penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis ataupun pembaca dan menjadi referensi bagi penulis lain.
1.5 Kerangka Pemikiran
Dalam penulisan makalah ini, penulis memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang penulis teliti. Kerangka pemikiran ini dimulai dengan mengedepankan pengertianya, dan selanjutnya menyajikan teori-teori yang berhubungan dengan hal dimaksud.
1.6 Sistematika Penulisan
Agar makalah ini dapat dipahami pembaca, maka penulis membuat sistematika penulisan makalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan berisikan latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penulisan, pembatasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB II PEMBAHASAN
Bersikan pembahasan tentang manusia dan sejarah pembahsan akhlak serta islam dan kewirausahaan.
BAB IV PENUTUP
Berisikan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan serta saran-saran.
BAB II
PEMBAHSAN
2.1 Manusia dan sejarah pembahasan akhlak
Menurut etimology, bahwa kata akhlaq berasal dari bahasa Arab, yang berbentuk jama dari bentuk mufrad(tunggal) dan kata Khuluq yang berarti budi pekerti, persamaan atau kata lain dari akhlaq adalah bias disebut juga sebagai etika dan kebiasaan.
Akhlak adalah salah satu dasar bagi pembentukan kepribadian individu. Tentu saja secara pasti, akhlak sebagai salah satu dasar pembentuk masyarakat tidak akan diabaikan begitu saja. Suatu masyarakat tidak akan baik kecuali ketika akhlaknya baik. Namun, masyarakat tidak akan menjadi baik hanya dengan akhlak, tetapi dengan dibentuknya pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan Islami, serta diterapkannya aturan di tengah-tengah masyarakat itu.
kaitan manusia dengan akhlak, yaitu masyarakat terbentuk dari pemikiran dan pemahaman yang digunakan dalam mengatur kehidupan. Sementara itu, akhlak sebagai sifat dari seorang Muslim adalah hasil dari pemikiran dan pemahaman sesuatu dalam kehidupan yang ada pada diri seorang Muslim. Jadi, antara manusia dengan akhlak ada keterkaitan. Sebagai contoh, apabila dikatakan sifat jujur sudah menjadi kewajiban dalam masyarakat Muslim, itu artinya masyarakat tersebut telah diliputi suasana yang kuat dalam menjalankan perintah dan larangan Allah. Misalnya pula, kebohongan telah menyebar di masyarakat sehingga menjadi kebiasaan umum, ini merupakan hasil dari tidak adanya keterikatan terhadap perintah dan larangan Allah di dalam masyarakat tersebut.
Berikutakan dijelaskan tentang akhlak terhadap sesame manusia dan akhlaq terhadap masyarakat.
Yang pertama akhlak terhadap sesama manusia. Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Qur'an berkaitan dengan perlakuan sesama manusia. Petunjuk dalam hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negative seperti membunuh, menyakiti badan, atau mengambil harta tanpa alasan yang benar, tetapi juga sampai kepada menyakiti hati dengan cara menceritakan aib sesorang dibelakangnya, tidak perduli aib itu benar atau salah. Dalam hal ini Allah berfiman dalam l-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 263 yakni:
Artinya:
"Perkataan yang baik dan pemberian ma'af, lebih baik dari sedekah yang
diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan penerimanya), Allah Maha
Kaya Lagi Maha Penyantun.(al-Baqarah :263)
Di sisi lain Al-Qur'an
menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukan secara wajar. Tidak masuk
kerumah orang lain tanpa izin, jika bertemu saling mengucapkan salam, dan
ucapan yang dikeluarkan adalah ucapan yang baik, hal ini dijelaskan dalam surat
an-Nur ayat 24 yakni :
Artinya: "Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjaka (An-Nur : 24).
Dan yang kedua adalah akhlak terhadap lingkungan. Yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang disekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda yang tidak bernyawa.
Pada dasarnya akhlak yang diajarkan al-Qur'an terhadap
lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah. Kekhalifahan menuntut
adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam.
Kekhalifahan mengandung arti pengayoman, pemeliharaan, serta bimbingan, agar
setiap makhluk mencapai tujuan Penciptaanya.
Dalam pandangan Islam,
seseorang tidak dibenarkan mengambil buah sebelum matang, atau memetik bunga
sebelum mekar, karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk
untuk mencapai tujuan penciptaannya. Ini berarti manusia dituntut mampu
menghormati proses yang sedang berjalan, dan terhadap proses yang sedang
terjadi. Yang demikian mengantarkan manusia bertangung jawab, sehingga ia tidak
melakukan perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada
diri manusia itu sendiri. Binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa
semuanya di ciptakan oleh Allah SWT, dan menjadi milik-Nya, serta kesemuanya
memiliki ketergantungan kepada-Nya. Keyakinan ini mengantarkan seorang muslim
untuk menyadari bahwa semunya adalah "umat" Tuhan yang harus
diperlakukan secara wajar dan baik.
2.2 Islam Dan kewirausahaan
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung". Q.S.62. al Jum’ah.A.10
Untuk meraih kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat, Islam
tidak hanya mengajarkan kepada pemeluknya untuk beribadah mahdah, tapi juga
sangat mendorong umatnya untuk bekerja keras, kendati demikian bukan berarti
tanpa kendali. Antara iman dan amal harus ada interaksi. Artinya, betapapun keras
nya usaha yang dilakukan, harus selalu dalam bingkai hukum Islam. Dan salah
satu kerja keras yang didorong Islam adalah berwirausaha. Kata wirausaha dalam
istilah asingnya dikenal sebagai enterpreneur.
Dalam literatur ke Islaman sosok Nabi Muhammad SAW adalah sebuah pribadi yang
Seluruh dimensi kehidupannya dikupas dan dikaji secara intensif dan mendalam baik oleh sejarawan Islam maupun oleh tokoh-tokoh di luar pemikir Islam. Akan tetapi kepeloporan dan ketokohan Nabi Muhammad SAW di dunia wirausaha, kreatifitasnya di dunia bisnis serta suksesnya sebagai trader dalam usia 40 tahun selalu luput dari kajian dan sentuhan yang mendalam. Dalam dunia moderen, kewirausahaan/enterpreneurship baru muncul di akhir tahun tujuh puluhan dan berkembang serta mulai diajarkan di kampus-kampus Amerika, Eropa, Jepang, Korea dan Australia. Sementara dunia Islam (khusunya Indonesia) bergelut dengan politik, dan sibuk dalam kajian-kajian fiqih dan tasauf sehingga tidak mengherankan kalau kemudian ketokohan Nabi SAW dibidang wirausaha lepas dari pengamatan.
Viktor Kiam, seorang pakar enterpreneur, sama berkomentar bahwa jiwa enterpreneur/wirausaha perlu diberikan kepada anak sejak dibangku sekolah, karena filosofi kewirausahaan dapat melatih anak lebih mandiri, jeli melihat peluang, sehingga punya daya cipta yang lebih kreatif. Dalam konteks Islam, Nabi Muhammad SAW adalah wirausahawan sejati yang memiliki kemerdekaan, kebebasan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri melalui pengalaman yang menyenangkan ketika hidup di pedalaman dalam asuhan ibu susunya-Halimah, dan masa pahit dan penuh kepedihan karena terlahir sebagai seorang yatim dan ditinggal ibunya-Aminah ketika ia baru berusia enam tahun. Muhammad.
kemudian dibesarkan oleh kakeknya yang juga tidak begitu lama
bersamanya. Abu Thalib, pakcik kandungnyalah kemudian mengambil alih pengasuhan
atas Muhammad yang masih berusia kurang dari 9 tahun. Dan inilah modal
psikologis yang paling kokoh sebagai landasan sikap, dan prilaku wirausahawan
beliau dikemudian hari dan menjadi referensi penelitian para ahli
kewirausahaan, seperti David Moores dan Orvis Colins, Abaham Zaleznik, Jhon Kao
dll. Dalam kitab Musnad Imam Ahmad juz 4 dan The History of Islam vol.1 hal. 96
diceritakan bahwa, Muhammad baru berusia dua belas tahun ketika pergi ke Syria
berdagang bersama Abu Thalib, pamannya. Ketika pamannya meninggal dunia, beliau
tumbuh dan berkembang sebagai wirausahawan yang mandiri dengan melakukan
perdagangan keliling di kota Makkah dengan rajin, penuh dedikasi pada usahanya.
Kecerdasan/fathonah, kejujuran/siddiq, dan kesetiaannya memegang janji/amanah,
adalah sebagai dasar etika wirausaha yang sangat moderen. Dari sifat-sifat yang
dimilikinya itulah maka berbagai pinjaman komersial/commercial loan tersedia di
kota Makkah yang pada gilirannya membuka peluang antara Muhammad dengan pemilik
modal. Salah seorang pemilik modal terbesar ketika itu adalah seorang janda
kaya bernama Khadijah, yang memberikan tawaran suatu kemitraan berdasarkan pada
sistem bagi hasil/profit sharing atau mudharabah. Kecerdasan Muhammad sebagai
seorang wirausahawan telah mendatangkan keuntungan besar bagi Khadijah, karena
tidak satupun jenis bisnis yang ditangani Muhammad mengalami kerugian.
Lebih kurang dua puluh tahun Muhammad berkiprah sebagai seorang wirausahawan sehingga beliau sangat dikenal di Syria, Yaman, Basra (Iraq), Yordania dan kota-kota perdagangan di jazirah Arabia. Dalam berbagai telaah sejarah diriwayatkan bahwa, Muhammad memulai perdagangannya pada usia tujuh belas tahun di saat Abu Thalib menganjurkan untuk berdagang sebagai cara melepaskan beban keluarga pakciknya dan beliau sendiri. Adalah normal bagi seorang pemuda yang jujur dan penuh idealisme untuk melakukan kerja keras dan menjalankan perdagangan secara adil dan atas dasar suka sama suka. Dengan cara itu Muhammad percaya bahwa kalau ia jujur, setia dan profesional, maka orang akan mempercayainya. Inilah dasar kepribadian dan etika berwirausaha yang diletakkan Nabi Muhammad SAW umatnya dan seluruh umat manusia. Dasardasar etika wirausaha yang demikian itu pula kemudian yang menyebabkan pengaruh Islam berkembang pesat sampai kepelosok bumi.
Dari sudut pandang ekonomi , ajaran dan keteladanan yang ditinggalkan Nabi Muhammad SAW semakin terasa urgensi dan relevansinya jika kita mencitacitakan terwujudnya masyarakat yang adil dalam kemakmuran, dan makmur dalam berkeadilan. Prinsip bisnis moderen seperti, efisiensi, transparansi, persaingan sehat, kredibilitas, memelihara relasi melalui layanan manusiawi, dapat ditemukan dalam etika dan prilaku bisnis Muhammad sebelum menjadi Rasul. Etika bisnis memegang peranan sangat penting jika seseorang atau sekelompok orang memegang peranan yang menentukan nasib bisnis lain atau masyarakat yang lebih luas, dan mereka inilah yang disebut pemimpin atau lapisan kepemimpinan dunia usaha. Relevansi etika bisnis dan efisiensi dapat digambarkan secara sederhana. Jika seorang pemimpin menyalahgunakan wewenang yang dimilikinya pasti ada yang menjadi korban, Karena wewenang yang dimiliki bersifat publik, maka rakyatlah yang dirugikan, yang pada gilirannya akan meningkatkan biaya ekonomi yang tinggi. Dalam kurun waktu sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad telah meletakkan dasar-dasar etika, moral dan etos kerja yang mendahului zamannya. Dasar-dasar etika wirausaha tersebut telah mendapat legitimasi keagamaan setelah beliau diangkat menjadi Rasul. Prinsip-prinsip etika bisnis wirausaha yang diwariskan beliau dan Islam semakin mendapat pembenaran akademis.
Sayangnya, umat Islam Indonesia sepertinya tidak begitu tertarik dengan berwirausaha. Umat kita lebih condong menjadi pegawai negri. Akibatnya, sebagai umat mayoritas, kita jauh tertinggal dari umat lain dan menjadi bulan-bulanan dalam bisnis dan sebagai penonton dari kesuksesan wirausaha umat lain. Dari sudut pandang ekonomi, era global ditandai dengan aktivitas ekonomi baru, yakni perdagangan bebas dan pasar global. Berbagai kawasan dunia akan menajdi pasar dagang dan lahan investasi international secara bebas dan terbuka. Karenanya setiap individu umat Islam harus mulai berpikir dan berinteraksi dengan individu atau kelompok untuk berwirausaha dan menjalin kerjasama dalam bentuk kemitraan maupun persaingan sebagaimana saudara-saudara kita dari suku China yang telah sukses dan pengendali wirausaha di negri ini.
Motivasi yang begitu kuat bagi umat Islam untuk bekerja dan berwirausaha. Rasulullah SAW bersabda, "Tiada seorang yang makan makanan yang lebih baik dari makanan dari hasil usahanya sendiri (wirausaha). Sesunggunya Nabi Allah Daud, itupun makan dari hasil usahanya sendiri (wirausaha). H.R. Bukhari. Wallahu a’lam.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Menurut etimology, bahwa kata akhlaq berasal dari bahasa Arab, yang berbentuk jama dari bentuk mufrad(tunggal) dan kata Khuluq yang berarti budi pekerti, persamaan atau kata lain dari akhlaq adalah bias disebut juga sebagai etika dan kebiasaan. Dan Akhlak adalah salah satu dasar bagi pembentukan kepribadian individu.
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung". Q.S.62. al Jum’ah.A.10
Rasulullah SAW bersabda, "Tiada seorang yang makan makanan yang lebih baik dari makanan dari hasil usahanya sendiri (wirausaha). Sesunggunya Nabi Allah Daud, itupun makan dari hasil usahanya sendiri (wirausaha). H.R. Bukhari. Wallahu a’lam.
Jadi berwirausaha sangatlah perlu dipelajari dan dilaksanakan oleh kita umat islam dan seluruh umat manusia.
3.2 Saran
Di zaman yang kita jalani ini banyak sekali hal yang bias merusak akhlaq kita, jadi alangkah lebih baik jika kita memperbaiki akhlaq kita masing – masing demi membentuk kepribadian akhlaq yang baik.
Wirausaha harus kita jalankan, tapi tida sedikit individu yang berwirausaha secara tida sehat, jadi marilah kita berwirausaha dengan cara yang baik serta sejalan dengan arah ajaran agama islam.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.wiraswastamuslim.com/berita-102-islam-dan-wirausaha.html
http://artikel-keislaman.blogspot.com/2010_07_01_archive.html
Buku Keagungan Akhlaq, Ust. Maftuh Ahnan
UNDER MAINTENANCE
renewable energy

lorem ipsum dolore
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.
industry recognition
Markets and Services Overview
Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.
Specialized Markets and Services
Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.
environmental projects
Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor
Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.Vestibulum sed ante
Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquamdapibus tincidunt metus lorem ipsum.