XtGem Forum catalog

MAKALAH BUDIDAYA DOMBA GARUT

Survei langsung di Garut

 

MAKALAH

BUDIDAYA DOMBA GARUT

KELOMPOK 10

DISUSUN OLEH :

PUJA KURNIA

FAKULTAS : PERTANIAN

JURUSAN : AGROTEKNOLOGI

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Yang mana atas rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan makalah tentang domba garut.

  Kami ucapkan terimkasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini, dan kami sadari bahwa makalah ini tida begitu sempurna dan untuk itu kami mohon saran dan kritiknya, supaya kami bisa lebih baik dalam membuat makalah-makalah selanjutnya.

  Namun kami berharap semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan juga bagi pembaca.

Garut 20 Oktober 2010

 

i

DAFTAR ISI

1.  Cover  ……………………………………………………… 

2.  Kata Pengantar  ………………………………………………………  i

3.  Daftar Isi  ………………………………………………………  ii

4.  Bab 1 Pendahuluan  ……………………………………………………..  1

1.1.Latar Belakang  ……………………………………………………..  1

1.2.Tujuan  …………………………………………………………….  1

5.  Bab II Pembahasan  …………………………………………………….

2.1. Domba Garut Prospektif  …………………………………………….  1

2.2. Belum dioptimalkannya ternak domba garut  ……………………  3

2.3. Potensi Domba Garut Sebagai Ternak Alternatif  ……………  11

6.  Bab III Budidaya Domba Garut  ……………………………………

3.1. Bibit  ……………………………………………………………  12

3.2. Pencegahan Kesehatan  ……………………………………………  12

3.3. Pengaturan Pakan  …………………………………………..  13

3.4. Perkandangan  …………………………………………………..  14

3.5. Waktu Panen  ………………………………………………….  15

7.  Bab IV Saran dan Kesimpulan  …………………………………..  16

8.  Lampiran-lampiran  …………………………………………..  17

ii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Domba Garut telah dibudidayakan masyarakat Garut sejak lama. Domba yang memiliki fisik yang besar dan kuat ini, melahirkan seni atraksi laga domba di daerah Bayongbong Garut. Domba Garut merupakan hasil persilangan segitiga antara domba asli Indonesia, domba Merino dari Asia Kecil dan domba ekor gemuk dari Afrika. Domba ini dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Domba Garut, yang dikenal juga dengan sebutan Domba Priangan.

1.2 Tujuan mempelajari domba garut

  1. Yaitu untuk lebil mengenal prospek budidaya domba garut
  2. Mengetahui lebih detil mengenai pemasaran domba garut
  3. Memberikan peluang usaha domba garut bagi kami khususnya selaku penyusun dan juga bagi pembaca pada umumnya.

1

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Domba Garut Prospektif

Menurut bapak H. Atang di kec. Tarogong Kaler Kab. Garut mengungkapkan bahwa domba garut yang selama ini dikenal luas sebagai hewan untuk ketangkasan sebenarnya sangat potensial untuk dijadikan ternak pedaging. Kandungan daging hewan itu lebih banyak dibandingkan dengan domba biasa meskipun diberi pakan yang sama.

Bapak H. Atang mengatakan bahwa, kandungan karkas (daging dan tulang) dari domba biasa sekitar 40 persen. Adapun kandungan karkas domba garut bisa mencapai 50 persen. Padahal, kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan sama. Namun, tubuh domba garut lebih besar. Jenis-jenis domba lain, di antaranya, gibas, jawa, ekor gemuk, dan ekor tipis. Potensi domba untuk berbagai jenis di Jawa Barat sangat terbuka karena permintaannya lebih tinggi daripada suplai yang dihasilkan. Agus mengaku tidak mengetahui angka produksi dan kebutuhan domba di Jabar.

2

"Indikasi kekurangan, Jabar masih mengimpor domba. Harga domba pun selalu naik setiap tahun dan sekarang sudah relatif tinggi," katanya.

Harga daging domba saat ini sudah lebih dari Rp 50.000 per kilogram. Tahun 2008 harganya masih sekitar Rp 40.000 per kg. Dalam rentang waktu yang sama, harga domba hidup naik dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 35.000 per kg.

Daging domba memiliki banyak keunggulan dari segi nutrisi, vitamin, dan kolesterol. Daging domba, misalnya, memiliki kandungan Omega 3 dan vitamin B12. Mitos daging domba berlemak dan berkolesterol tinggi juga keliru karena lebih rendah dibandingkan ternak sejenis. Kelebihan lain domba adalah cukup sering berkembang biak, sekitar tiga kali dalam dua tahun.

2.2 Belum dioptimalkannya ternak domba garut

Menurut bapak H. Atang di kec. Tarogong Kaler Kab. Garut bahwa potensi domba garut belum dioptimalkan untuk peternakan rakyat. Padahal, produksi daging domba garut lebih banyak daripada domba lokal atau kambing. Masih sedikit peternak yang memelihara domba garut untuk budidaya.

"Peternak rakyat masih lebih banyak yang memelihara domba lokal atau kambing karena kebiasaan turun-temurun," ujarnya. Domba garut belum dikenal luas sebagai domba pedaging dan masih dipandang sebagai jenis untuk ketangkasan.

3

"Dalam umur setahun domba garut bisa mencapai bobot 60 kg, sementara domba lokal atau kambing paling berat hanya 30 kg. Padahal, harganya sama, yakni Rp 30.000 per kg hidup," katanya.

Penasihat Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia Cabang Kabupaten Garut Bapak H. Atang, di Kabupaten Garut baru tercatat sekitar 100 peternak domba garut.

Pemeliharaan domba garut tidak terlalu sulit karena pakannya sama seperti domba lokal atau kambing. Para peternak rakyat umumnya kesulitan mendapatkan bibit domba garut. "Bibit harus dihasilkan melalui pemurnian, yang tak semua orang bisa melakukannya," ungkapnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Garut mengatakan, kini sedang digulirkan program bantuan Gubernur Jabar untuk pengembangan domba garut. "Melalui program itu, pembibitan diharapkan lebih berkembang," katanya. Melalui program itu setiap peternak diberi 11 ekor kambing, yang terdiri dari 10 betina dan 1 jantan.

2.3 Potensi Domba Garut Sebagai Ternak Alternatif 

Pada dasarnya domba dan kambing merupakan jenis hewan ternak pemakan rumput yang tergolong ruminansia kecil, keduanya pun populasinya hampir tersebar merata dan ada di seluruh dunia. Namun bila kita melihat visual fisiknya dengan cermat maka domba berbeda dengan kambing.

4

Postur tubuh domba cenderung lebih bulat dibandingkan dengan kambing yang ramping. Daun telinga kambing panjang dan terkulai. Bentuk bulu domba pun lebih ikal dan keriting sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bulu wool sedangkan lain halnya dengan kambing yang cenderung lurus. Hewan ternak domba yang ada sekarang diduga merupakan hasil dometikasi manusia dari 3 jenis domba liar: Domba Mouflon dari Eropa Selatan dan Asia Kecil, Domba Argali dari Asia Tenggara serta Urial dari Asia. Domba-domba ini awalnya diburu secara liar sampai akhirnya diternakkan oleh manusia.

Dibandingkan dengan sapi, babi, kuda dan kerbau sebagai sesama hewan ruminansia, hewan ternak domba lebih dulu memiliki nilai komersial sejak abad 7000 SM. Bahkan di Indonesia keberadaan hewan ternak domba dapat dilihat pada relief Circa 800 SM pada Candi Borobudur. Oleh karenanya tidak heran bila jumlah populasi domba jauh lebih banyak dibandingkan dengan kambing di dunia.

Data Food Agricultural Organization (FAO) tahun 2002, jumlah populasi domba dunia kurang lebih 1.034 milyar ekor sedangkan kambing hanya sekitar 743 juta. Populasi terbesar domba dan kambing dunia adalah di negara Tirai Bambu Cina, di mana negara kedua terbesar adalah Australia untuk domba dan India untuk kambing.

Sebagai bagian dari sektor usaha peternakan nasional, prosentase kebutuhan daging domba dan kambing masyarakat Indonesia adalah masih jauh di bawah sub sektor usaha peternakan lainnya seperti ayam/ unggas (56%), sapi (23%) serta babi (13%). Menurut data Ditjen. Peternakan – Deptan RI tahun

5

2005, konsumsi daging domba dan kambing di masyarakat memang masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 5%.

Namun bila melihat potensi kebutuhan daging hewan ternak ini yang pada tiap tahunnya kurang lebih sekitar 5,6 juta ekor untuk kebutuhan ibadah kurban saja, dan belum termasuk kebutuhan pasokan untuk aqiqah, industri restoran sampai dengan warung sate kaki lima yang membutuhkan 2 – 3 ekor tiap harinya, pertumbuhan populasi domba dan kambing adalah belum sebanding dengan angka permintaan yang terus meningkat.

Potensi ini belum dihitung kebutuhan pasar di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura, serta kawasan Timur Tengah yang tiap tahunnya membutuhkan kurang lebih 9,3 juta ekor domba. Di mana kebutuhan pasokan daging domba untuk kawasan Timur Tengah sampai saat ini masih dipenuhi oleh Australia dan Selandia Baru.

Miris memang, di mana Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi masyarakat muslim terbesar di dunia sebenarnya lebih memiliki peluang untuk itu. Pertumbuhan populasi domba dan kambing di Indonesia adalah relatif kecil sedangkan permintaan terus meningkat seiring jumlah penduduk dan perbaikan pendapatan kesejahteraan masyarakat.

6

Bukan mustahil suatu saat akan terjadi kelangkaan produksi daging domba dan kambing sehingga pelaksanaan ibadah kurban akan mengimpor dari Australia ataupun Selandia Baru. Di Indonesia, keberadaan populasi domba dan kambing hampir tersebar dengan merata di seluruh wilayah. Namun sayangnya pemeliharaan ternak domba dan kambing di negeri ini sebagian besar masih dalam skala kecil dan tradisional.

Berbeda dengan Australia, pola peternakan intensif dengan dukungan teknologi telah menjadikan negara tersebut dapat menghasilkan produksi domba skala besar dan berkualitas. Bayangkan saja, total ekspor daging domba Australia ke negara Saudi Arabia pada tahun 2006 adalah setara dengan 3,6 juta ekor.

Populasi hewan ternak domba dan kambing terbesar pada akhir tahun 2006 ada di wilayah provinsi Jawa Barat yaitu kurang lebih 3,5 juta ekor atau sekitar 49% dari jumlah populasi nasional. Di provinsi ini bahkan terdapat jenis hewan ternak ruminansia kecil yang merupakan kekayaan plasma nutfah Indonesia serta menjadi ciri khas provinsi yang dikenal dengan julukan bumi parahyangan tersebut.

Domba Garut, Ovies Aries, adalah hasil persilangan dari 3 rumpun bangsa domba: Merino – Australia, Kaapstad dari Afrika dan Jawa Ekor Gemuk di Indonesia. Domba Jawa Ekor Gemuk sudah ada sebelumnya sejak lama sebagai jenis domba lokal, Domba Merino dibawa oleh pedagang Belanda ke Indonesia sedangkan Domba Kaapstad didatangkan para pedagang Arab ke tanah Jawa sekitar abad ke-19.

7

Domba Garut adalah jenis domba tropis bersifat proliflic yaitu dapat beranak lebih dari 2 (dua) ekor dalam 1 siklus kelahiran. Di mana dalam periode 1 tahun, Domba Garut dapat mengalami 2 siklus kelahiran. Domba ini memiliki berat badan rata-rata di atas domba lokal Indonesia lainnya.

Domba jantan dapat memiliki berat sekitar 60 – 80 kg bahkan ada yang dapat mencapai lebih dari 100 kg. Sedangkan domba betina memiliki berat antara 30 – 50 kg. Ciri fisik Domba Garut jantan yaitu bertanduk, berleher besar dan kuat, dengan corak warna putih, hitam, cokelat atau campuran ketiganya. Ciri domba betina adalah dominan tidak bertanduk, kalaupun bertanduk namun kecil dengan corak warna yang serupa domba jantan.

Domba Garut merupakan plasma nutfah terlangka di dunia karena postur hewan ternak ini nyaris menyerupai bison di USA. Populasi Domba Garut terbesar di Indonesia tentunya ada di wilayah provinsi Jawa Barat dengan lokasi daerah penyebaran antara lain: Garut, Majalengka, Kuningan, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Sumedang, Indramayu dan Purwakarta.

Suatu kepuasan ketika tanduk Domba Garut jantan dapat terbentuk dan tumbuh maksimal ataupun dengan keindahan corak serta warna bulu yang dihasilkan. Sepatu boot, bertopi koboi, pakaian hitam adalah ciri penghobi ketika datang ke arena seni dan budaya adu ketangkasan.

8

Dan jangan salah, harga 1 ekor ternak Domba Garut jantan berkualitas dikalangan penghobi dapat bernilai di atas 10 juta rupiah bahkan ada yang ratusan juta rupiah.

Potensi ekonomis hewan ternak Domba Garut yang tidak hanya identik dengan domba aduan, kualitas daging Domba Garut juga memiliki nilai gizi yang cukup baik dibandingkan dengan kambing untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Bahkan tidak hanya dimanfaatkan dagingnya saja, kulit Domba Garut dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan jaket berkualitas.

Data tahun 2005 yang didapat dari website kabupaten Garut, industri jaket berbahan baku kulit Domba Garut dapat menyerap 2.656 tenaga kerja dengan nilai ekspor Rp. 84,7 milyar ke berbagai negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan Australia. Kotoran ternak Domba Garut pun dapat memberikan keuntungan dan nilai manfaat bila diolah dengan baik yaitu sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, kebutuhan unsur hara pada tanaman dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk organik hasil fermentasi berbahan baku kotoran domba yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

Seorang peneliti utama lulusan Jepang dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika – Bogor, Dr. Ir. Mesak Tombe, saat ini berhasil menemukan teknologi yang sudah mendapatkan hak paten untuk meningkatkan kualitas pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran ternak,

9

teknologi tersebut dinamakan Bio Triba. Dikemas dalam bentuk formula cair dengan kandungan mikroorganisme B. Pantotkenticus strain J2 dan T. Lactae strain TB1.

Teknologi yang ditemukan Dr. Ir. Mesak Tombe sangat membantu dalam proses pematangan kotoran ternak menjadi pupuk organik antara periode 1 – 2 minggu.

Tidak hanya itu, teknologi ini juga dapat diaplikasikan pada pengolahan limbah organik pasar dan rumah tangga. Kelebihan lain teknologi ini adalah dapat berperan pula sebagai bio fungisida untuk pengendalian penyakit pada tanaman. Adalah tepat bila sektor usaha peternakan dan pertanian memang harus saling bersinergi.

Terlebih lagi saat ini petani dalam posisi sulit diantara kenaikan biaya produksi sebagai akibat harga pupuk yang terus melambung, di sisi lain petani tidak bisa seenaknya menaikkan harga jual sehingga perolehan pendapatan semakin menipis. Terbesit gagasan pula untuk mengkombinasikan ternak Domba Garut dengan sektor perikanan air tawar. Design kandang ternak domba dibuat panggung di atas kolam ikan.

Secara segmentasi pasar lokal, Domba Garut memiliki potensi pasar yang multi user. Ini yang menjadikan hewan ternak Domba Garut layak untuk dikembangkan sebagai pilihan dalam sektor usaha peternakan.

Potensi pasar terbesar pertama adalah hewan ternak Domba Garut untuk memenuhi kebutuhan tahunan ibadah kurban. Kemudian menyusul kebutuhan konsumsi daging harian baik itu rumah tangga, restoran dan warung sate.

10

Selanjutnya adalah kebutuhan aqiqah, dan terakhir adalah penghobi yang selalu mencari bibit Domba Garut jantan unggulan.

Penjelasan Dr. Ismeth Inounu, peneliti utama bidang pemuliaan dan genetika dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak – Deptan RI), pemerintah saat ini memberikan perhatian serius untuk pengembangan sektor usaha pembibitan dan perbanyakan hewan ternak domba serta kambing antara lain Domba Garut.

Tidak hanya program pemuliaan galur murni untuk mengembalikan kualitas terbaik hewan ternak Domba Garut, akan tetapi program pengembangan domba komposit untuk dapat menghasilkan keturunan ataupun bibit unggulan baru juga sedang giat dilakukan. Berbagaimacam penemuan teknologi terkait reproduksi ternak domba terus dikembangkan untuk mempermudah upaya produksi dan perbanyakan domba berkualitas, sebagai contoh teknologi laserpuntur dan suntik hormonal yang akan sangat bermanfaat untuk sinkronisasi birahi dan perkawinan massal.

Tidaklah kecil tentunya pendapatan devisa negara yang dapat diperoleh dari pengelolaan usaha ternak Domba Garut intensif. Terlebih dengan potensi pasar kebutuhan daging domba di kawasan Timur Tengah sebanyak 30 ribu ekor tiap minggunya. Bukan pekerjaan yang ringan dan mudah tentunya, akan tetapi bisa menjadi suatu peluang usaha yang menjanjikan bilamana kita mau mulai berpikir dan bergerak ke arah sana. Long journey is begins with the small step. Salam Peternak Domba Sehat!  

11

BAB III

BUDIDAYA DOMBA GARUT

Berikut lebih rinci tentang cara budidaya domba. Budidaya domba itu sendiri sebenarnya tidak sulit. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan peternak agar usaha penggemukan ini lebih menguntungkan.

3.1 Bibit

Bibit domba harus sehat dan tidak cacat penampilan fisiknya harus baik, bulunya harus tampak seperti basah, kakinya tegak dan besar, dan moncongnya tumpul. Sebaiknya dipilih domba jantan untuk digemukkan karena pertumbuhannya lebih cepat dan pada yang betina. Domba jantan itu harus dipilih yang baru lepas sapih (berumur 6-8 Bulan), giginya masih rapat dan belum tanggal, dan berat rata-ratanya 20 kg. Misalnya yang umurnya 12 bulan atau sedang tanggal gigi, biasanya mengaIami masa stress dan bobotnya juga turun, sehingga menggangu proses penggemukan. Bibit domba jantan ini juga dipilih yang tidak bertanduk dan sifatnya tenang, karena domba yang bertanduk mempunyai naluri berkelahi yang tinggi dan pertumbuhannya cenderung lebih lambat. Pada akhir masa penggemukan, berat domba bertanduk bisa berbeda 1-2 kg lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak bertanduk: Kerugian lain, domba bertanduk sering merusak kandang. Domba yang akan digemukkan ukurannya besar atau kecil tidak jadi masalah, yang penting harganya murah Pertimbangannya kalau dijual akan lebih menguntungkan.

12

3.2 Pencegahan Kesehatan

Domba harus juga dijaga dan dirawat kesehatannya sejak awal. Lingkungan nyapun dihindarkan agar tidak sampai menimbulkan stress. Untuk itu pengobatan pencegahan perlu dilakukan ketika bibit baru datang, sebelum dimasukkan kedalam kandang. Biasanya dengan pengobatan sekali itu, bibit domba yang akan digemukkan tidak terkena penyakit ataupun stress sampai masa penggemukan berakhir. Domba yang baru datang harus langsung dicukur bulunya, Agar bibit penyakit, kutu, dan parasit. lain bisa segera terbasmi. Dengan pencukuran ini, hasil dari penggemukanpun langsung terlihat mahal, bila setiap periode penggemukan hasil bulu cukurannya banyak, bisa dijual untuk menambah penghasilan. Setelah dicukur, domba langsung dimandikan sampai bersih dari semua kotoran yang melekat hilang. Untuk mencegah penyakit, domba disuntik antibiotik dari obat cacing. Terakhir, untuk mencegah stress, bibit domba itu diberi obat anti stress.

3.3 Pengaturan Pakan

Pada tahap awal penggemukan atau penyesuaian, yaitu sejak domba masuk kandang sampai 7 minggu, pertama, setiap ekor domba per harinya diberi konsentrat 1,5-2 ons, ampas tahu 7 on dan rumput 3 kg. Caranya pada pukul 05.00 ampas tahu dan konsentrat diberi lebih dahulu kalau pemberian keduanya dicampurkan dengan rumput domba akan kurang meminatinya, karena ia lebih tertarik pada rumput. Rumput baru diberikan pada pukul 09.30 dan diulangi dalam jumlah yang sama pada pukul 15.00.

13

Air diberikan setiap kali domba selesai diberi pakan rumput jumlahnya tak terbatas. Pada hari-hari pertama tahap penyesuaian ini (2-3 hari), domba belum begitu bernafsu memakannya, karena belum biasa. Akan tetapi, setelah lewat masa itu, jumlah pakan sebanyak itu akan dihabiskannya. Sejak minggu ke-2 dan minggu selanjutnya sampai masa penggemukkan berakhir, waktu dan jumlah pemberian pakannya sama. Hanya saja, jumlah konsentratnya berubah. Untuk minggu ke-2, konsentrat yang diberikan 2,5-3 ons, minggu ke-3 (umur 15-25 hari) menjadi 4 ons, lulu bertambah menjadi 5 ons sampai panen.

3.4 PERKANDANGAN

Kandang sistem baterei yang dipergunakan untuk penggemukan ini diisi seekor domba perkandang. Panjang kandang dibuat 1m, lebar 60 cm, tinggi 60 cm. Satu lokasi ( satu atap) terdiri dari 2 baris kandang yang tidak saling berhadapan tiap barisnya. Agar domba mau makan lebih bernafsu, setiap wadah pakan sebaiknya digunakan untuk 2 domba. Wadah pakan itu diletakan disisi luar dan tidak saling berhadapan dengan barisan kandang lainnya. Wadah pakan itu bisa dibuat dari bambu atau bahan lain yang mudah didapat serta harganya murah. Atapnya dibuat dari alang-alang atau rumbia yang telah tua, dibuat berkemiringan 45°. Dengan atap rumbia, pada siang hari kandang tidak terlalu panas dan pada malam harinya menjadi hangat. Kalau menggunakan atap seng, domba sering stress, karena siangnya terlalu panas dan malamnya terlalu dingin.

14

3.5 WAKTU PANEN

Hai lain yang ikut menentukan besarnya keuntungan menggemukan domba cara ini ialah waktu pemeliharaan, Sekalipun pertumbuhannya cepat, namun pada suatu saat kecepatan pertumbuhannya akan berkurang dan dari segi ekonomi tidak lagi menguntungkan. Karena domba sering digemukan sejak lepas sapih, maka waktu penggemukan yang lebih tepat ialah 45 hari. Kalau masa penggemukkannya terlalu lama ( misalnya lebih dari 60 hari ), penggemukkan ini akan melewati masa tanggal gigi yang bisa menurunkan bobot badannya. Selain itu, dengan waktu penggemukkan hanya 45 hari perputaran uang menjadi lebih cepat. Domba yang sebelumnya berat rata-ratanya 20 kg, setelah 45 hari penggemukkan bisa mencapai 32 kg. Bila harga daging domba hidup Rp. 10.000,. per kg, maka bisa dihitung berapa keuntungannya.

15

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan
  1. Permintaan Domba Garut saat ini kian meningkat. Hal ini tentu menarik untuk mengembangbiakkannya. Domba Garut memiliki potensi pasar yang luas. Potensi pasar terbesar pertama adalah hewan ternak Domba Garut untuk memenuhi kebutuhan tahunan ibadah kurban. Kemudian menyusul kebutuhan konsumsi daging harian untuk rumah tangga, restoran dan warung sate. Selanjutnya adalah kebutuhan aqiqah, dan terakhir adalah penghobi yang selalu mencari bibit Domba Garut jantan unggulan.
  2. Daging domba merupakan sumber protein dan lemak hewani. Walaupun belum
    memasyarakat, susu domba merupakan minuman yang bergizi. Manfaat lain
    dari berternak domba adalah bulunya dapat digunakan sebagai industri tekstil.
  1. Saran
  1. Bahwa budidaya domba garut perlu di tingkatkan lagi, karna dalam system budidaya maupun pemasarannya masih kalah sama domba-domba di luar garut,di samping itu kualitas dan kuantitas domba garut kurang bersaing sehingga domba garut kalah sama domba-domba di luar garut.

16

LAMPIRAN- LAMPIRAN

http://kandangbambu.files.wordpress.com/2009/12/cimg7676.jpg?w=150&h=119

http://kandangbambu.files.wordpress.com/2009/12/1_indonesia-bisa.jpg?w=400&h=301

 

 

17

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE

renewable energy

lorem ipsum dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.
rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.

industry recognition

1

Markets and Services Overview

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.

2

Specialized Markets and Services

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.

environmental projects

Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.

Vestibulum sed ante

Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam
dapibus tincidunt metus lorem ipsum.