XtGem Forum catalog

UUD AMANDEMEN 3

 ----------------------- Page 1-----------------------

  PERUBAHAN KETIGA UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

  TAHUN 1945



  DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA



  MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA



Setelah  mempelajari,  menelaah,  dan  mempertimbangkan  dengan  saksama  dan  sungguh-sungguh

hal-hal  yang  bersifat  mendasar  yang  dihadapi  oleh  rakyat,  bangsa,  dan  negara,  serta  dengan

menggunakan  kewenangannya  berdasarkan  Pasal  37  Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik

Indonesia  Tahun  1945,  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  Republik  Indonesia  mengubah  dan/atau

menambah  Pasal  1  Ayat  (2)  dan  (3);  Pasal  3  Ayat  (1),  (3),  dan  (4);  Pasal  6  Ayat  (1),  dan  (2);  Pasal

6A  Ayat  (1),  (2),  (3),  dan  (5);  Pasal  7A;  Pasal  7B  Ayat  (1),  (2),  (3),  (4),  (5),  (6),  dan  (7);  Pasal  7C;

Pasal  8  Ayat  (1)  dan  (2);  Pasal  11  ayat  (2)  dan  (3);  Pasal  17  Ayat  (4);  Bab  VIIA,  Pasal  22C  Ayat

(1),  (2),  (3),  dan  (4);  Pasal  22D  Ayat  (1),  (2),  (3),  dan  (4);  Bab  VIIb,  Pasal  22E  Ayat  (1),  (2),  (3),

(4),  (5),  dan  (6);  Pasal  23  Ayat  (1),  (2),  (3);  Pasal  23A;  Pasal  23C;  Bab  VIIIA,  Pasal  23E  Ayat  (1),

(2), (3),  dan  (4);  Pasal  23F  Ayat  (1)  dan  (2);  Pasal  23G  Ayat  (1)  dan  (2);  Pasal  24  Ayat  (1)  dan  (2);

Pasal  24A  Ayat  (1),  (2),  (3),  (4),  dan  (5);  Pasal  24B  Ayat  (1),  (2),  (3),  dan  (4);  Pasal  24C  Ayat  (1),

(2),  (3),  (4),  (5),  dan  (6)  Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  1945  sehingga

selengkapnya berbunyi sebagai berikut:



  Pasal 1



(2)  Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.

(3)  Negara Indonesia adalah negara hukum.



  Pasal 3



(1)  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  berwenang  mengubah  dan  menetapkan  Undang-Undang

  Dasar.

(3)  Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden.

(4)  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  hanya  dapat  memberhentikan  Presiden  dan/atau  Wakil

  Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar.



  Pasal 6



(1)  Calon  Presiden  dan  calon  Wakil  Presiden  harus  warga  negara  Indonesia  sejak  kelahirannya

  dan  tidak  pernah  menerima  kewarganegaraan  lain  karena  kehendaknya  sendiri,  tidak  pernah

  mengkhianati  negara,  serta  mampu  secara  rohani  dan  jasmani  untuk  melaksanakan  tugas

  dan kewajibannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

(2)  Syarat-syarat  untuk  menjadi  Presiden  dan  Wakil  Presiden  diatur  lebih  lanjut  dengan

  undang-undang.



  Pasal 6A



(1)  Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.



D:/Datafile/Undang-2/UU/1945/UUD1945-Perubahan 3.doc (Sri PC per 1/4/02 1:44 PM)  1


----------------------- Page 2-----------------------

(2)  Pasangan  calon  Presiden  dan  Wakil  Presiden  diusulkan  oleh  partai  politik  atau  gabungan

  partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

(3)  Pasangan  calon  Presiden  dan  Wakil  Presiden  yang  mendapatkan  suara  lebih  lama  dari  lima

  puluh  presiden  dari  jumlah  suara  dalam  pemilihan  umum  sebelum  pelaksanaan  pemilihan

  umum.

(5)  Tata  cara  pelaksanaan  pemilihan  Presiden  dan  Wakil  Presiden  lebih  lanjut  diatur  dalam

  undang-undang.



  Pasal 7A



Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  dapat  diberhentikan  dalam  masa  jabatannya  oleh  Majelis

Permusyawaratan  Rakyat  atas  usul  Dewan  Perwakilan  Rakyat,  baik  apabila  terbukti  telah

melakukan  pelanggaran  hukum  berupa  pengkhianatan  terhadap  negara,  korupsi,  penyuapan,  tindak

pidana  berat  lainnya,  ata u  perbuatan  tercela  maupun  apabila  terbukti  tidak  lagi  memenuhi  syarat

sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.



  Pasal 7B



(1)  Usul  pemberhentian  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  dapat  diajukan  oleh  Dewan

  Perwakilan  Rakyat  kepada  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  hanya  dengan  terlebih  dahulu

  mengajukan  permintaan  kepada  Mahkamah  Agung  untuk  memeriksa,  mengadili,  dan

  memutuskan  pendapat  Dewan  Perwakilan  Rakyat  bahwa  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden

  telah  melakukan  pelanggaran  hukum  berupa  penghiatan  terhadap  nega ra,  korupsi,

  penyuapan,  tindak  pidana  berat  lainnya,  atau  perbuatan  tercela;  dan/atau  pendapat  bahwa

  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  tidak  lagi  memenuhi  syarat  sebagai  Presiden  dan/atau

  Wakil Presiden.

(2)  Pendapat  Dewan  Perwakilan  Rakyat  bahwa  Presiden  dan/a tau  Wakil  Presiden  telah

  melakukan  pelanggaran  hukum  tersebut  ataupun  telah  tidak  lagi  memenuhi  syarat  sebagai

  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  adalah  dalam  rangka  pelaksanaan  fungsi  pengawasan

  Dewan Perwakilan Rakyat.

(3)  Pengajuan  permintaan  Dewan  Perwakilan  Rakyat  kepada  Mahkamah  Konstitusi  hanya

  dapat  dilakukan  dengan  dukungan  sekurang-kurangnya  2/3  dari  jumlah  anggota  Dewan

  Perwakilan  Rakyat  yang  hadir  dalam  sidang  paripurna  yang  dihadiri  oleh  sekurang-

  kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

(4)  Mahkamah  Konstitusi  wajib  memeriksa,  mengadili,  dan  memutuskan  dengan  seadil-adilnya

  terhadap  pendapat  Dewan  Perwakilan  Rakyat  tersebut  paling  lama  sembilan  puluh  hari

  setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.

(5)  Apabila  Mahkamah  Konstitusi  memutuskan  bahwa  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden

  terbukti  melakukan  pelanggaran  hukum  berupa  pengkhianatan  terhadap  negara,  korupsi,

  penyuapan,  tindak  pidana  berat  lainnya,  atau  perbuatan  tercela;  dan/atau  terbukti  bahwa

  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden,  Dewan  Perwakilan  Rakyat  menyelenggarakan  sidang

  paripurna  untu  merumuskan  usul  perberhentian  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  kepada

  Majelis Permusyawaratan Rakyat.

(6)  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  wajib  menyelenggarakan  sidang  untuk  memutuskan  usul

  Dewan  Perwakilan  Rakyat  tersebut  paling  lama  tiga  puluh  hari  sejak  Majelis

  Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut.

(7)  Keputusan  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  atas  usul  pemberhentian  Presiden  dan/atau

  Wakil  Presiden  harus  diambil  dalam  rapat  paripurna  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  yang

  dihadiri  oleh  sekurang-kurangnya  ¾  dari  jumlah  anggota  dan  disetujui  oleh  sekurang-

  kurangnya  2/3  dari  jumlah  anggota  yang  hadir,  setelah  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden



D:/Datafile/Undang-2/UU/1945/UUD1945-Perubahan 3.doc (Sri PC per 1/4/02 1:44 PM)  2


----------------------- Page 3-----------------------

  diberi  kesempatan  menyampaikan  penjelasan  dalam  rapat  paripurna  Majelis

  Permusyawaratan Rakyat.



  Pasal 7C



Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat.



  Pasal 8



(1)  Jika  Presiden  mangkat,  berhenti,  diberhentikan,  atau  tidak  dapat  melakukan  kewajibannya

  dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai masa jabatannya.

(2)  Dalam  hal  terjadi  kekosongan  Wakil  Presiden,  selambat-lambatnya  dalam  waktu  enam

  puluh  hari,  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  menyelenggarakan  sidang  untuk  memilih

  Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden.



  Pasal 11



(2).  Presiden  dalam  membuat  perjanjian  internasional  lainnya  yang  menimbulkan  akibat  yang

  luas  dan  mendasar  bagi  kehidupan  rakyat  yang  terkait  dengan  beban  keuangan  negara,

  dan/atau  mengharuskan  perubahan  atau  pembentukan  undang-undang  harus  dengan

  persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

(3)  Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-undang.



  Pasal 17



(4)  Pembentukan,  pengubahan,  dan  pembubaran  kementrian  negara  diatur  dalam  undang-

  undang



  BAB VIIA

  DEWAN PERWAKILAN DAERAH



  Pasal 22C



(1)  Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum.

(2)  Anggota  Dewan  Perwakilan  Daerah  dari  setiap  provinsi  jumlahnya  sama  dan  jumlah

  Seluruh  anggota  Dewan  Perwakilan  Rakyat  Daerah  itu  tidak  lebih  dari  sepertiga  jumlah

  anggota Dewan Perwakilan Daerah.

(3)  Dewan Perwakilan Daerah bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.

(4)  Susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Daerah diatur dengan undang-undang.



  Pasal 22D



(1)  Dewan  Perwakilan  Daerah  dapat  mengajukan  kepada  Dewan  Perwakilan  Rakyat

  Rancangan  Undang-undang  yang  berkaitan  dengan  otonomi  daerah,  hubungan  pusat  dan

  daerah,  pembentukan  dan  pemakaran  serta  penggabungan  daerah,  pengelolaan  sumber  daya



D:/Datafile/Undang-2/UU/1945/UUD1945-Perubahan 3.doc (Sri PC per 1/4/02 1:44 PM)  3


----------------------- Page 4-----------------------

  alam  dan  sumber  daya  ekonomi  lainnya,  serta  yang  berkaitan  dengan  perimbangan

  keuangan pusat dan daerah.

(2)  Dewan  Perwakilan  Daerah  ikut  membahas  Rancangan  undang-undang  yang  berkaitan

  dengan  otonomi  daerah;  hubungan  pusat  dan  daerah;  pembentukan  pemekaran,  dan

  penggabungan  daerah;  pengelolaan  sumber  daya  alam  dan  sumber  daya  ekonomi  lainnya,

  serta  perimbangan  keuangan  pusat  dan  daerah;  serta  memberikan  pertimbangan  kepada

  Dewan  Perwakilan  Rakyat  atas  rancangan  undang-undang  anggaran  pendapatan  dan  belanja

  negara  dan  Rancangan  undang-undang  yang  berkaitan  dengan  pajak,  pendidikan,  dan

  agama.

(3)  Dewan  Perwakilan  Daerah  dapat  melakukan  pengawasan  atas  pelaksanaan  undang-undang

  mengenai:  otonomi  daerah,  pembentukan,  pemekaran  dan  penggabungan  daerah,  hubungan

  pusat  dan  daerah,  pengelolaan  sumber  daya  alam  dan  sumber  daya  ekonomi  lainnya,

  pelaksanaan  anggaran  pendapatan  dan  belanja  negara,  pajak,  pendidikan,  dan  agama  serta

  menyampaikan  hasil  pengawasannya  itu  kepada  Dewan  Perwakilan  Rakyat  sebagai  bahan

  pertimbangan untuk ditindaklanjuti.

(4)  Anggota  Dewan  Perwakilan  Daerah  dapat  diberhentikan  dari  jabatannya,  yang  syarat-syarat

  dan tata caranya diatur dalam undang-undang.



  BAB VIIB

  PEMILIHAN UMUM



  Pasal 22E



(1)  Pemilihan  umum  dilaksanakan  secara  langsung,  umum,  bebas,  rahasia,  jujur,  dan  adil  setiap

  lima tahun sekali.

(2)  Pemilihan  umum  diselenggarakan  untuk  memilih  anggota  Dewan  Perwakilan  Rakyat,

  Dewan  Perwakilan  Daerah,  Presiden  dan  Wakil  Presiden  dan  Dewan  Perwakilan  Rakyat

  Daerah.

(3)  Peserta  pemilihan  umum  untuk  memilih  anggota  Dewan  Perwakilan  Rakyat  dan  anggota

  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik.

(4)  Peserta  pemilihan  umum  untuk  memilih  anggota  Dewan  Perwakilan  Daerah  adalah

  perseorangan.

(5)  Pemilihan  umum  diselenggarakan  oleh  suatu  komisi  pemilihan  umum  yang  bersifat

  nasional, tetap dan mandiri

(6)  Ketentuan lebih lanjut tentang pemilihan umum diatur dengan undang-undang.



  Pasal 23



(1)  Anggaran  pendapatan  dan  belanja  negara  sebagai  wujud  dari  pengelolaan  keuangan  negara

  ditetapkan  setiap  tahun  dengan  undang-undang  dan  dilaksanakan  secara  terbuka  dan

  bertanggungjawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

(2)  Rancangan  undang-undang  anggaran  pendapatan  dan  belanja  negara  diajukan  oleh  Presiden

  untuk  dibahas  bersama  Dewan  Perwakilan  Rakyat  dengan  memperhatikan  pertimbangan

  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

(3)  Apabila  Dewan  Perwakilan  Rakyat  tidak  menyetujui  Rancangan  anggaran  pendapatan  dan

  belanja  negara  yang  diusulkan  oleh  Presiden,  Pemerintah  menjalankan  Anggaran

  Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang lalu.



D:/Datafile/Undang-2/UU/1945/UUD1945-Perubahan 3.doc (Sri PC per 1/4/02 1:44 PM)  4


----------------------- Page 5-----------------------

  Pasal 23A



Pajak  dan  pungutan  lain  yang  bersifat  memaksa  untuk  keperluan  negara  diatur  dengan  undang-

undang.



  Pasal 23C



Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan undang-undnag.



  BAB VIIIA

  BADAN PEMERIKSA KEUANGAN



  Pasal 23E



(1)  Untuk  memeriksa  pengelolaan  dan  tanggung  jawab  tentang  keuangan  negara  diadakan  satu

  badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri.

(2)  Hasil  pemeriksa  keuangan  negara  diserahkan  kepada  Dewan  Perwakilan  Rakyat,  Dewan

  Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,sesuai dengan kewenangnnya.

(3)  Hasil  pemeriksaan  tersebut  ditindaklanjuti  oleh  lembaga  perwakilan  dan/atau  badan  sesuai

  dengan undang-undang.



  Pasal 23F



(1)  Anggota  Badan  Pemeriksa  Keuangan  dipilih  oleh  Dewan  Perwakilan  Rakyat  dengan

  memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.

(2)  Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dari dan oleh anggota.



  Pasal 23G



(1)  Badan  Pemeriksa  Keuangan  berkedudukan  di  Ibukota  negara,  dan  memiliki  perwakilan  di

  setiap provinsi.

(2)  Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan Pemeriksa Keuangan diatur dengan undang-undang.



  Pasal 24



(1)  Kekuasaan  kehakiman  merupakan  kekuasaan  yang  merdeka  untuk  menyelenggarakan

  peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

(2)  Kekuasaan  kehakiman  dilakukan  oleh  sebuah  Mahkamah  Agung  dan  badan  peradilan  yang

  berada  di  bawahnya  dalam  lingkungan  peradilan  umum,  lingkungan  peradilan  agama,

  lingkungan  peradilan  militer,  lingkungan  peradilan  tata  usaha  negara,  dan  oleh  sebuah

  Mahkamah Konstitusi.



  Pasal 24A



D:/Datafile/Undang-2/UU/1945/UUD1945-Perubahan 3.doc (Sri PC per 1/4/02 1:44 PM)  5


----------------------- Page 6-----------------------

(1)  Mahkamah  Agung  berwenang  menjadi  pada  tingkat  kasasi,  menguji  peraturan  perundang-

  undangan  di  bawah  undang-undang  terhadap  undang-undang,  dan  mempunyai  wewenang

  lainnya yang diberikan oleh undang-undang.

(2)  Hakim  agung  harus  memiliki  integritas  dan  kepribadian  yang  tidak  tercela,  adil,

  professional, dan berpengalaman di bidang hukum.

(3)  Calon  hakim  agung  diusulkan  Komisi  Yudisial  kepada  Dewan  Perwakilan  Rakyat  untuk

  mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden.

(4)  Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung.

(5)  Susunan,  kedudukan,  keanggotaan,  dan  hukum  acara  Mahkamah  Agung  serta  badan

  peradilan dibawahnya diatur dengan undang-undang.



  Pasal 24B



(1)  Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung

  dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan,

  keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

(2)  Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman dibidang hukum

  serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela.

(3)  Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan

  Dewan Perwakilan Rakyat.

(4)  Susunan, kedudukan, dan keanggotaan Komisi Yudisial diatur dengan undang-undang.



  Pasal 24C



(1)  Mahkamah  Konstitusi  berwenang  mengadili  pada  tingkat  pertama  dan  terakhir  yang

  putusannya  bersifat  final  untuk  menguji  undang-undang  terhadap  Undang-Undang  Dasar,

  memutuskan  sengketa  kewenangan  lembaga  negara  yang  kewenangannya  diberikan  oleh

  Undang-Undang  Dasar,  memutuskan  pembubaran  partai  politik,  dan  memutuskan

  perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

(2)  Mahkamah  Konstitusi  wajib  memberikan  putusan  atas  pendapat  Dewan  Perwakilan  Rakyat

  mengenai  dugaan  pelanggaran  oleh  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  menurut  Undang-

  Undang Dasar.

(3)  Mahkamah  Konstitusi  mempunyai  sembilan  orang  anggota  hakim  konstitusi  yang

  ditetapkan  oleh  Presiden,  yang  diajukan  masing-masing  tiga  orang  oleh  Mahkamah  Agung,

  tiga orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat, dan tiga orang oleh Presiden.

(4)  Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim konstitusi.

(5)  Hakim  konstitusi  harus  memiliki  integritas  dan  kepribadian  yang  tidak  tercela,  adil,

  negarawan  yang  menguasai  konstitusi  dan  ketatanegaraan,  serta  tidak  merangkap  sebagai

  pejabat negara.

(6)  Pengangkatan  dan  pemberhentian  hakim  konstitusi,  hukum  acara  serta  ketentuan  lainnya

  tentang Mahkamah Konstitusi diatur dengan undang-undang.



Naskah  perubahan  ini  merupakan  bagian  tak  terpisahkan  dari  naskah  Undang-Undang  Dasar

Negara  Republik  Indonesia  Tahun  1945.  Perubahan  tersebut  diputuskan  dalam  Rapat  Paripurna

Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  Republik  Indonesia  ke-7  (lanjutan  2)  tanggal  9  November  2001

Sidang  Tahunan  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  Republik  Indonesia,  dan  mulai  berlaku  pada

tanggal ditetapkan.



D:/Datafile/Undang-2/UU/1945/UUD1945-Perubahan 3.doc (Sri PC per 1/4/02 1:44 PM)  6


----------------------- Page 7-----------------------

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 9 November 2001



  MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

  KETUA



  ttd



  Prof. Dr. H.M. AMIEN RAIS



WAKIL KETUA,  WAKIL KETUA,



  ttd  ttd



Prof. Dr. Ir. GINANJAR  Ir. SUTJIPTO

  KARTASASMITA



WAKIL KETUA,  WAKIL KETUA,



  ttd  ttd



Prof. Dr. JUSUF AMIR  Drs. H.M. HUSNIE THAMRIN

  FEISAL, S.Pd.



WAKIL KETUA,  WAKIL KETUA,



  ttd  ttd



Drs. H.A. NAZRI ADLANI  AGUS WIDJOJO



D:/Datafile/Undang-2/UU/1945/UUD1945-Perubahan 3.doc (Sri PC per 1/4/02 1:44 PM)  7

Back to posts
Comments:
[2018-07-09] AVonizette :

Pression arterielle est comment calleux votre sang pousse contre les parois de vos arteres lorsque votre coeur essence pompe le sang. Arteres sont les tubes qui transportent perseverent b gerer offre sang loin de votre coeur. Chaque temps votre moelle bat, il pompe le sang par de vos arteres a la prendre facilement de votre corps.
https://www.cialispascherfr24.com/cialis-pas-cher-sans-ordonnance/


UNDER MAINTENANCE

renewable energy

lorem ipsum dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqm coue. Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam dapibus tincidunt metus. Praesnt justo dolor lobortis quis lobo.
rtis dignissim pulvinar ac lorem. Vestibulum sed anteonec sagittis.

sedolorem lopori poloren dolore

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit.usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorq.

industry recognition

1

Markets and Services Overview

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit gliquam dus tincnt justo dolor lobortis
quis. dignissim pulvinareuismod purus.Sed ut perspiciatis unde.

2

Specialized Markets and Services

Lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolorsinse ut
enim adipigqpede mi alit
gliquam dus tincnt justo dolor lobortis quis dignissim pulvinar
ac lorem gliquam dus tincntju.

environmental projects

Aliquam congue fermentum nisl

Pellentesque sed dolor

Erat lacininec in vel ipsum aucvorpt felieaculis lacinia ictum ntumit usce euiso onsequat ant psuolor sit conse ctetuer adipis cing elitell eorqonsequat ant op.

Vestibulum sed ante

Sed in lacus ut enim adipig iqpede mi aliquet sit amet euis inor ut gliquam
dapibus tincidunt metus lorem ipsum.